LINTASCAKRAWALANEWS.COM, || JAKARTA BARAT – Aparat gabungan dari TNI melalui Babinsa Koramil 01/Serka Heri Kris, Polri, dan unsur masyarakat bersiaga melakukan pengamanan terkait rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar oleh kelompok Gerakan Mahasiswa Jabodetabek di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat, Jl. Pos Kota, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, pada Rabu (8/7/2026).
Aksi yang dipimpin oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Al Taufik Al Falah tersebut sedianya direncanakan mulai pukul 10.30 WIB dengan estimasi massa sekitar 15 orang. Adapun tuntutan utama yang diusung oleh kelompok mahasiswa ini adalah mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap proses pelayanan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) di Kantor Imigrasi Jakarta Barat.
Apel kesiapan pengamanan dipimpin langsung oleh Kanit Intelkam Polsek Metro Taman Sari, Kompol Tukul. Dalam arahannya, Kompol Tukul menekankan bahwa seluruh personel harus tetap menjalankan tugas sesuai Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) serta mengedepankan komunikasi persuasif, terlepas dari jadi atau tidaknya massa aksi datang ke lokasi. Selain itu, ditegaskan pula larangan keras terhadap aksi pembakaran ban demi menjaga ketertiban umum.
Kekuatan pengamanan yang dikerahkan melibatkan personel gabungan yang terdiri dari Koramil 01/Taman Sari di bawah pimpinan Serka Heri Kris, Polsek Metro Tamansari di bawah pimpinan Kompol Tukul, serta anggota FKDM Kecamatan Tamansari di bawah pimpinan Sdr. Hendi.
Namun, hingga pukul 13.40 WIB, berdasarkan hasil komunikasi dan konfirmasi lebih lanjut di lapangan, rencana aksi unjuk rasa tersebut dinyatakan batal atau nihil. Kondisi di sekitar Kantor Imigrasi Jakarta Barat tetap berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
Menanggapi situasi tersebut, Danramil 01/Tamansari, Mayor Inf Manatap Rajagukguk, S.E., M.H., M.M., memberikan pernyataan terkait pentingnya kesiapsiagaan aparat dan ruang dialog yang sehat.
“Kami dari jajaran TNI, khususnya Koramil 01/Taman Sari, selalu siap sinergi bersama Polri dan unsur wilayah untuk mengantisipasi setiap dinamika yang ada demi menjaga kondusivitas wilayah Taman Sari. Terkait tuntutan yang dibawa oleh rekan-rekan mahasiswa mengenai transparansi pelayanan imigrasi, kami menilai alangkah baiknya jika ke depan dibuka ruang dialog atau audiensi yang sehat antara perwakilan mahasiswa dan pihak Imigrasi. Langkah persuasif ini jauh lebih efektif dalam mencapai solusi bersama tanpa harus mengganggu ketertiban umum dan pelayanan publik.”
Rencana aksi ini diduga dipicu oleh aspirasi mahasiswa yang menuntut peningkatan transparansi dan akuntabilitas pada birokrasi pelayanan izin tinggal WNA. Guna menjaga situasi wilayah tetap kondusif ke depannya, aparat keamanan merekomendasikan: Mendorong instansi pemerintah terkait untuk terus proaktif ikut serta memonitor setiap rencana kegiatan penyampaian pendapat di muka umum. Memfasilitasi ruang dialog terbuka antara pihak Imigrasi dan perwakilan mahasiswa guna meluruskan informasi dan menjaga akuntabilitas publik
(M.Solichin)






