Lebak. Lintascakrawalanews.com- Warga Desa Parakan Besi, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, mengeluhkan kondisi jalan poros yang menghubungkan Desa Bojongmanik dengan Desa Parakan Besi yang hingga kini belum mendapat penanganan serius dari pemerintah. Kerusakan jalan tersebut dinilai semakin parah dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.
Jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer tersebut merupakan akses utama masyarakat yang menghubungkan dua desa. Selain digunakan untuk aktivitas sehari-hari, jalan itu juga menjadi jalur penting bagi warga dalam mengangkut hasil pertanian, mengakses layanan kesehatan, hingga menunjang kegiatan pendidikan.
Namun, kondisi jalan yang rusak dan berlumpur saat musim hujan membuat kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas. Bahkan, sejumlah pengendara dikabarkan kerap terjatuh akibat permukaan jalan yang licin.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya perubahan yang signifikan.
“Kalau musim hujan kondisinya lebih parah, jalannya sangat licin dan membahayakan. Padahal ini merupakan jalan umum yang digunakan masyarakat dari dua desa. Kami berharap pemerintah segera memperbaikinya,” ujar warga, Minggu (14/6/2026).
Warga juga menyoroti minimnya perhatian terhadap infrastruktur di wilayah tersebut, meskipun terdapat perwakilan rakyat dan pemerintah desa yang telah menjabat selama beberapa periode. Mereka berharap aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan sehingga pembangunan jalan dapat segera direalisasikan.
Menurut warga, perbaikan jalan sangat penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan memperlancar mobilitas warga. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Lebak, Pemerintah Provinsi Banten, maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan tersebut.
Selain itu, warga mengaku wilayah Parakan Besi pernah dikunjungi oleh pasangan kepala daerah sebelum terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lebak. Namun, setelah menjabat, masyarakat mengaku belum kembali menerima kunjungan maupun realisasi pembangunan yang mereka harapkan.
“Kami hanya ingin jalan ini diperbaiki agar masyarakat lebih mudah beraktivitas dan tidak lagi mengalami kesulitan, terutama saat musim hujan,” kata warga lainnya.
Masyarakat berharap ruas jalan sepanjang sekitar tiga kilometer tersebut dapat masuk dalam prioritas pembangunan daerah, mengingat keberadaannya sangat vital bagi kehidupan dan aktivitas warga di Desa Bojongmanik dan Desa Parakan Besi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Lebak maupun instansi terkait mengenai rencana perbaikan jalan penghubung kedua desa tersebut.(Red)






