BENARKAH KITA SUDAH MEMBACA DAN MENGAMALKAN KALIMAT BISMILLAHIRROHMANIRROHIM Oleh : KH. Ishak Fariz

LINTASCAKRAWALANEWS.COM || Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Tak asing rasanya dengan kalimat di atas, sebuah makna dari ayat pertama surat Alfaatihah, Dia Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Umat Islam di seluruh dunia yang taat, yang setengah taat, bahkan yang hanya berlebelkan status agama Islam di KTP sudah hafal bahkan di luar kepalanya untuk mengucapkan lafadz Bismillahirrohmanirrohim yang bermaknakan kalimat di atas tadi.

Bacaan Lainnya

Tidak sedikit yang menjadikan kalimat ini sebagai wiridan untuk kesaktian, kekayaan, dll, sehingga tanpa disadari Allah yang maha pengasih dan Maha penyayang ditukar dengan tujuan yang hina.

Apa sebenarnya makna yang bisa kita gali dari kalimat yang sudah tidak asing ini, bahkan oleh sebgian ahli tarekat, ahli hikmah kalimat ini menjadi salah satu bacaan atau wiridan yang menjadi dawaman dalam kehidupan mereka.

Jika kita melihat sekeliling dalam kehidupan kita sudah benar-benar terpatrikah kalimat tadi dalam keseharian? masi banyaknya manusia saling benci, saling hina, tersinggung bahkan saling adu jotos, sampai-sampai saling menjatuhkan, apa betul kita sudah membaca dan mengamalkan kalimat di atas tadi?

Ketika kita menyebut nama Allah sejatinya kita telah benar-benar mengenal_Nya, Dia Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, maka selayaknyalah kita berkasih sayang sesama kita, agar makna kalimat di atas tadi benarbenar terpatri di dalam jiwa kita., sehingga kita tidak saling benci, saling hina, tidak saling menyinggung, tidak saling adu jotos bahkan tidak saling menjatuhkan.

Sebuah kalimat yang betul betul indah yang selalu kita pergunakan disetiap awal kegiatan kita sebagai umat muslim, sehingga segala langkah kita menjadi Rahmatan Lil ‘Aalamin.

Semoga kita semua benar benar menjadi muslim yang bisa menerapkan dalam kehidupan kita sifat rohman rohimnya Allah, sehingga kalimat Bismillahirrohmanirrohim kita benar-benar terpatri dalam jiwa kita, dan kita menjadi hamba Allah yang penuh kasi sayang dan disayangi Allah. Aamiin (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *