LINTASCAKRAWALANEWS.COM – Menurut Lontar Usada Rare anak yang menangis malam hari atau rewel sering dikaitkan dengan penyakit tiwang atau gangguan non fisik, salah satunya adalah tiwang tumreretan atau menangis pada malam hari, tidak jelas permintaannya.
Untuk mengetahui kenapa bayi menangis pada malam hari LintasCakrawalaNews menemui Jero Balian Mangku Sumawijaya di Banjar Sigaran, Desa Mekarbhuana, Abiansemal, Badung Bali mengatakan, penyebab dan gejala bayi menangis pada malam hari menurut lontar usada yakni tiwang tumreretan adalah anak yang menangis malam hari, rewel dan sulit ditenangkan. Tiwang kupu – kupu yaitu anak sering terkejut atau ketakutan saat tidur. Sebaha gantung atau jampi yaitu terkait gangguan panas atau fisik yang menyebabkan ketidaknyamanan bagi bayi.
Jero Balian Mangku Sumawijaya menjelaskan, dirinya selaku jero balian secara umum melakukan penanganan tradisional usada dengan ramuan dan upacara, melukat serta mantra untuk memohon kesembuhan dan ketenangan anak yang masih bayi, memohon petunjuk di tempat suci.
Jero Balian Mangku Sumawijaya menyatakan, penyebab bayi menangis malam hari bisa juga gangguan dari makhluk halus yang menyukai bayi, serta keluhan fisik seperti perut kembung atau kedinginan, yang perlu diatasi dengan perawatan dan ritual.
“Lontar sering menyebutkan bayi menangis karena diganggu oleh bhuta kala atau makhluk halus, hal ini sering dipercaya terjadi karena bayi yang baru lahir masih memiliki ikatan batin yang kuat dengan dunia niskala,” kata Jero Balian Mangku Sumawijaya.
Jero Balian Mangku Sumawijaya menyatakan, dalam lontar usada sistem pengobatan tradisional penyembuhan penyakit, termasuk yang menyerupai gejala batu ginjal dilakukan dengan pendekatan holistik menggunakan ramuan herbal dan doa atau mantra. Pengobatan penyakit saluran kemih dirinya menggunakan bahan – bahan alami yang diyakini memiliki sifat peluruh batu atau menghancurkan batu, serta mengombinasikan ramuan fisik dengan mantra atau doa untuk kesembuhan.
“Pengobatan menggunakan lontar usada adalah warisan luhur, namun untuk penyakit kronis atau akut seperti batu ginjal berukuran besar, disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan tenaga medis yakni dokter,” kata Jero Balian Mangku Sumawijaya.
Jero Balian Mangku Sumawijaya mengatakan, dalam lontar usada Bali, penyakit batu ginjal atau yang sering dikaitkan dengan keluhan anyang – anyangan sakit saat kencing atau gangguan saluran kencing, umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan unsur – unsur dalam tubuh dan kebiasaan pola hidup. Penyebab sakit batu ginjal menurut lontar usada karena ketidakseimbangan Panca Maha Bhuta atau unsur tubuh, penyakit sering timbul akibat dominasi atau ketidakseimbangan unsur apah atau zat cair dan teja atau unsur panas di dalam tubuh. “Ketidakseimbangan ini menyebabkan kekeringan atau pengendapan yang memicu kristalisasi zat di dalam ginjal,” jelas Jero Balian Mangku Sumawijaya.
Jero Balian Mangku Sumawijaya mengatakan, mengkonsumsi makanan atau minuman secara berlebihan yang memicu panas dalam tubuh atau teja menjadi meningkat, seperti makanan yang terlalu asin atau mengkonsumsi zat tertentu yang mengendap. Penyebab utama adalah kurangnya asupan cairan, menyebabkan air seni atau urine menjadi pekat dan limbah di ginjal tidak terbuang dengan baik, akhirnya menumpuk menjadi batu serta bekerja atau beraktivitas di tempat panas menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan atau dehidrasi dan meningkatkan risiko urine menjadi pekat.
“Dalam pengobatan tradisional Bali dengan acuan lontar usada, batu ginjal sering diatasi dengan menggunakan ramuan dari bahan alam untuk meluruhkan atau menghancurkan endapan batu tersebut, dengan diiringi doa atau mantra,” kata Jero Balian Mangku Sumawijaya.
Jero Balian Mangku Sumawijaya menegaskan, bila ada masyarakat yang mengalami sakit batu ginjal dan juga bayi menangis tanpa sebab malam hari silahkan datang, dirinya siap membantu sebelum datang terlebih dahulu matur piuning atau berdoa mohon ijin di hyang guru atau rong telu dan hyang ibu atau rong dua di merajan atau sanggah, seijin Ida Sanghyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa dirinya selaku jero balian perantara antara manusia yang sakit dengan sang pencipta bisa membantu memberi kesembuhan. @ (RED/NU)






