LINTASCAKRAWALANEWS.COM – Perbekel Desa Serongga terpilih periode 2026 – 3034 Drs. Anak Agung Ngurah Alit Windara ketika ditemui LintasCakrawalaNews di kediamannya Puri Agung Serongga mengatakan, bila kita melihat potensi desa dengan jujur, baik yang sedang berkembang dan pernah ada, lalu senyap bersama waktu.
“Yang membuat bisa berdiri tegak dan bangga yakni pertanian masih ada di Desa Serongga yaitu subak masih hidup dan terjaga yaitu Subak Tegehan, Kapunan dan Cegung,” kata Anak Agung Ngurah Alit Windara.
Anak Agung Ngurah Alit Windara menjelaskan, memuliakan Serongga bukan sekadar slogan, melainkan sebuah cara memandang pembangunan desa yang menghargai apa yang sudah dimiliki, lalu mengembangkannya menjadi kebanggaan bersama. Serongga memiliki manusia, sejarah, budaya, seni, pertanian, subak, keterampilan, generasi muda, olahraga, pendidikan dan jejaring putra – putrinya yang telah berkembang di berbagai tempat.
“Tantangannya bukan menciptakan Serongga dari nol, tetapi menghubungkan seluruh potensi tersebut menjadi kekuatan bersama,” kata Anak Agung Ngurah Alit Windara.
Anak Agung Ngurah Alit Windara mengatakan, pihaknya membangun desa dengan mewujudkan Desa Serongga yang berbudaya, berdaya saing, mandiri dan maju dengan memuliakan potensi desa bernafaskan nilai – nilai Dharma Kerti Catreng Praja, tentunya visi ini menggali kembali mempertegas dan memuliakan sebuah slogan yang tercantum pada logo Desa Serongga Dharma Kerti Catreng Praja sebagai buah karya dan ketajaman fikiran dari panglingsir peletak dasar Desa Serongga di masa lalu.
Lebih lanjut Anak Agung Ngurah Alit Windara menyatakan, dharma adalah landasan moral dan pengabdian atau nilai dan kerti adalah karya nyata yang memberi manfaat atau tindakan dan praja adalah masyarakat yang menjadi tujuan pengabdian serta memuliakan adalah menjadi cara membangunnya.
“Membangun masyarakat Desa Serongga yang berpendidikan, sehat, terampil, mandiri, berkarakter, produktif dan memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang. Hal ini yang menjadi fondasi karena Desa Serongga telah memiliki PAUD, TK, SD dan SMP Negeri, pendidikan tidak boleh berhenti pada bangku sekolah yang perlu dibangun adalah ekosistem manusia Desa Serongga,” kata Anak Agung Ngurah Alit Windara.
Menurut Anak Agung Ngurah Alit Windara, arah program yang dijalankan yakni Serongga cerdas dengan penguatan akses pendidikan, literasi, teknologi, beasiswa, pendampingan anak sekolah dan dukungan bagi keluarga yang membutuhkan. Serongga terampil melaksanakan pelatihan keterampilan sesuai potensi nyata masyarakat seperti pariwisata, bahasa asing, digital, tata boga, kerajinan, pertukangan. Serongga mandiri yakni mendorong warga usia produktif memiliki kemampuan untuk menghasilkan pendapatan sendiri.
“Memberdayakan pemuda Serongga jangan hanya menjadi objek kegiatan desa, mereka harus menjadi pelaku pembangunan,” jelas Anak Agung Ngurah Alit Windara.
Anak Agung Ngurah Alit Windara mengatakan, Serongga mempunyai warga yang pernah dan sedang bekerja di kapal pesiar, hotel, luar negeri, pabrik, perkebunan dan di berbagai bidang profesional tentunya mereka adalah modal sosial dan jaringan pengetahuan. “Orang yang pernah bekerja di luar negeri dapat menjadi mentor bagi generasi berikutnya,” kata Anak Agung Ngurah Alit Windara.
Lanjut Anak Agung Ngurah Alit Windara menjelaskan, memuliakan budaya dengan menjaga, mengembangkan, mendokumentasikan, dan memberikan ruang tumbuh bagi adat, seni, tradisi, sejarah serta identitas budaya Desa Serongga, hal ini bisa menjadi salah satu DNA” Desa Serongga yang sudah memiliki tokoh Drama Tari Calonarang yaitu Jero Mangku Dalem Serongga yang memerankan Matah Gede dan seni karawitan, tari, kemampuan mengukir, arsitektur tradisional Bali, kerajinan emas, berbagai kisah dan legenda.
“Memuliakan alam dan sumber kehidupan dengan menjaga sumber daya alam, meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat Subak, serta mengembangkan ekonomi berbasis lingkungan secara berkelanjutan, karena di Desa Serongga masih ada sekitar 50 hektar sawah produktif menjadi sangat penting untuk dikembangkan potensinya,” kata Anak Agung Ngurah Alit Windara.
Anak Agung Ngurah Alit Windara menyatakan, memuliakan potensi menjadi karya dengan menggerakkan seluruh potensi masyarakat desa untuk kemasyuran dan kesejahteraan bersama, Desa Serongga tidak kekurangan potensi, tentunya yang diperlukan adalah menghubungkan potensi tersebut menjadi karya nyata.
“Memuliakan desa dengan membangun tata kelola pemerintahan desa yang transparan, responsif, inovatif, partisipatif serta mampu menggerakkan kelembagaan desa. Pemerintah desa harus menjadi pengarah, fasilitator, penghubung, dan penggerak, bukan mengambil alih semua kegiatan masyarakat,” kata Anak Agung Ngurah Alit Windara.
Anak Agung Ngurah Alit Windara menjelaskan, membangun identitas Serongga ketika semua jejaring dan potensi desa bisa tergarap baik, maka suatu saat identitas Serongga akan terbentuk sebagai Serongga desa yang budayanya hidup, Serongga desa yang dikenal Dramatari Calonarang dan pemeran Matah Gede, serta Serongga desa yang mampu mengembangkan pertanian dan BUMDesanya, Serongga desa yang pengerajinnya hebat, Serongga desa yang anak mudanya banyak mempunyai pengalaman di tingkat internasional.
Anak Agung Ngurah Alit Windara mengatakan, tiga program kerja di tahun pertama kepemimpinannya yakni menerbitkan katalog direktori potensi Desa Serongga product dan jasa sebagai kebanggan bersama, promosi bersama product kerajinan, kuliner, kesenian dan lain sebagainya. Mendorong BUMDES untuk membangun jalinan yang lebih intens dengan petani dan subak dari apa yang sudah berjalan.
Anak Agung Ngurah Alit Windara menjelaskan, saat ini BUMDES baru bisa membangun jaringan dengan mitra usaha yang mau membeli gabah dengan harga yang lebih kompetitif, dan kedepan harus lebih meningkat lagi, meningkatkan bargening position BUMDES agar Desa melalui MUSDES membuka pintu untuk program beras Setongga.
“Serongga adalah desa yang mampu memuliakan apa yang dimilikinya, bagi saya pembangunan bukan sekadar membangun jalan, gedung atau kantor desa. Pembangunan adalah memuliakan manusia yang tinggal di dalamnya, memuliakan petaninya agar bangga menjadi petani, memuliakan senimannya agar tetap berkarya, memuliakan pemudanya agar berani bermimpi besar, memuliakan perempuan agar memiliki ruang untuk berkembang, memuliakan para tetua sebagai penjaga kebijaksanaan, memuliakan subak, sawah dan alam sebagai warisan yang wajib dijaga. Karena desa yang mulia adalah desa yang mampu memuliakan seluruh potensi yang dimilikinya,” pungkas Anak Agung Ngurah Alit Windara. @ (RED/NU)
Biodata :
Nama : Drs. Anak Agung Ngurah Alit Windara.
Tempat Tanggal Lahir : Gianyar, 23 Mei 1964
Keluarga:
Istri : Jero Ratna.
Anak :
1. Anak Agung Gde Putra Ravamsa.
2. Anak Agung Gde Bagus Prabhavamsa.
Pendidikan:
– SD 1 Serongga.
– SMP 1 Gianyar.
– SMA 1 Gianyar.
– Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Udayana.
Pengalaman Organisasi :
– Ketua Gugus Depan “Pramuka Ambalan Dharma Wangsa” SMA Negeri 1 Gianyar.
– OSIS SMA Negeri 1 Gianyar bidang Organisasi.
– Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Arkeologi.
– Anggota Senat Fakultas Sastra Universitas Udayana.
– Kontributor tulisan di Majalah Kampus “KANAKA”.
– Anggota AMA (Asosiasi Manager) Denpasar.
– Prajuru Sabha Desa Adat Serongga – hingga sekarang.
– Ketua LPM Desa Serongga – hingga sekarang.
Pengalaman Kerja :
– PRAMBORS Jakarta dan PT. SEJUTA SUARA PARAMA untuk Operasional Siaran RRI PRO 2 Denpasar, dengan project “93.5 HOT FM BALI”.
– Operational Manager PT. RADIO ELKOGA di Denpasar – hingga sekarang.
– Direktur Badan Usaha Milik Desa “Catur Dhana Amertha” – hingga sekarang.
– Enterprenurship (Kewirausahaan)
Produksi dan Supliyer ES PUTER JOVELLA Gerai Es Krim “JOVELLA SCOOP N’ ROLL”.
– Kain Dengan Motif dan Pewarna Alami ECOPRINT “JEJAK DAUN BALI”.
Prestasi :
– Lolos seleksi dalam Penelitian Situs Kota Kuno “BANTEN GIRANG” bersama Mahasiswa Arkeologi: UI, UGM dan UNHAS di Serang – Jawa Barat (beasiswa dari American Fondation).
– Karyawan Terbaik di lingkungan Kerja “Tim Work HOT FM BALI Pro-2 RRI Denpasar”.
– Penghargaan dan Nominator atas berbagai Karya Terbaik oleh Tim ELKOGA Radio Bali di Bidang Penyiaran pada Acara KPID Bali Award.
– Penulis Terbaik ke-3 “Menulis dari Rumah” oleh Media Digital “TATKALA.CO”.
– Penulis CERPEN dalam Antologi “SEMUT” diterbitkan oleh Penerbit JEJAK Jakarta.
– Penulis Cerpen Berbahasa Bali pada penerbitan lokal Harian Umum Nusa Bali.
– Penulis NOVEL “BAYU TEJANING LANGIT” yang diluncurkan bersama 9 Penulis Novel di Bali, bertempat di Gedung Jaya Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali pada bulan November 2025.






