LINTASCAKRAWALANEWS.COM, || JAKARTA BARAT — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT Museum Wayang ke-51, telah dilaksanakan Pagelaran Wayang Golek Kreatif dan Wayang Kulit Betawi di halaman Museum Wayang, Kawasan Kota Tua Jakarta, Jalan Taman Fatahillah, Jalan Lada Dalam RT 07/RW 07, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB hingga selesai tersebut dipimpin oleh penanggung jawab kegiatan, Kepala Unit Pengelola Museum Seni, Ibu Sri Kusumawati, dan dihadiri sekitar **300 pengunjung**.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Bapak Oman Ragnan, Kepala UPK Kota Tua Bapak Deny Apriadi, Ketua Pepadi DKI Jakarta Bapak Agus Jokonrijono, Ketua Paramita Bapak Yok Herlambang, Ketua Yayasan Pepadi Bapak Agus, Kepala Museum Prabu Siliwangi Bapak Erwin, GM Mercure Jakarta Bapak Fredick, serta para dalang, yakni Ki Sukawana dan Ki Bathara Sena.
Rangkaian acara diawali dengan musik gamelan, dilanjutkan pembukaan oleh MC, Tari Selamat Datang, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, laporan Kepala Unit Pengelola Museum Seni, sambutan Ketua Yayasan Pepadi Jakarta Raya, serta sambutan Kepala Unit Pengelola Museum Seni sekaligus pembukaan pagelaran wayang.
Acara kemudian dilanjutkan dengan apresiasi dari Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta dan foto bersama. Puncak kegiatan berupa pertunjukan Wayang Kulit Betawi oleh dalang Ki Sukarlana dengan lakon Udel Kembar serta Wayang Golek Kreatif oleh dalang Ki Bathara Sena dengan lakon Jaya Perbansa. Pagelaran berlangsung hingga sekitar pukul 03.30 WIB.
Dalam sambutannya, Ketua Pepadi DKI Jakarta menyampaikan bahwa pagelaran wayang ini merupakan bagian dari upaya menyemarakkan HUT RI ke-81 sekaligus HUT Museum Wayang ke-51. Ia berharap Museum Seni dapat terus eksis dalam melestarikan kesenian wayang sebagai warisan budaya bangsa yang telah diakui UNESCO.
Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Museum Seni Ibu Sri Kusumawati menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum memperingati HUT RI dan HUT Museum Wayang, tetapi juga bagian dari perjalanan menuju lima abad Kota Jakarta.
Menurutnya, Jakarta diharapkan tidak hanya menjadi kota yang modern dan global, tetapi juga tetap memiliki identitas sebagai kota dengan warisan budaya yang kuat.
“Di dalam wayang terdapat nilai-nilai pendidikan, kearifan lokal, dan pesan moral yang tetap relevan dari generasi ke generasi. Wayang mampu menjadi media kebudayaan yang menghibur sekaligus mendidik tanpa harus menggurui,” ujarnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak meninggalkan budaya tradisional di tengah perkembangan zaman.
“Jangan pernah merasa bahwa mencintai tradisi membuat kita tertinggal. Kita bisa menjadi generasi yang modern dan global dengan tetap mencintai warisan budaya kita,” pesannya.
Sementara itu, Danramil 01/Tamansari Mayor Inf Manatap Rajagukguk, S.E., M.H., M.M., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Pagelaran Wayang Golek Kreatif dan Wayang Kulit Betawi di kawasan Kota Tua Jakarta.
“Pagelaran wayang ini merupakan kegiatan positif dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus HUT Museum Wayang ke-51. Kegiatan seperti ini menjadi momentum penting untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda”, ucap Danramil.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun pelaku seni, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Wayang bukan sekadar pertunjukan seni dan hiburan, tetapi di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur, kearifan lokal, pendidikan, serta pesan moral yang sangat relevan dengan kehidupan bermasyarakat. Karena itu, generasi muda perlu diberikan ruang dan kesempatan untuk mengenal, mencintai, serta ikut melestarikan budaya bangsa”, tambah Danramil.
Danramil juga menegaskan bahwa kehadiran aparat kewilayahan dalam kegiatan budaya merupakan bagian dari upaya mendukung terciptanya suasana yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.
“Kami dari Koramil 01/Taman Sari akan terus mendukung setiap kegiatan positif masyarakat, termasuk kegiatan seni dan budaya. Dengan situasi yang aman dan kondusif, masyarakat dapat menikmati kegiatan dengan nyaman sekaligus menjadikan kawasan Kota Tua sebagai ruang pelestarian budaya yang hidup dan terus berkembang”, tegas Danramil.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin melibatkan generasi muda.
“Mari kita jaga bersama warisan budaya Indonesia. Menjadi generasi modern bukan berarti meninggalkan budaya sendiri. Justru dengan mengenal dan melestarikan budaya, kita menunjukkan jati diri sebagai bangsa Indonesia”, tutup Danramil.
Sebagai informasi, Museum Wayang memiliki nilai sejarah penting bagi Jakarta. Museum tersebut diresmikan pada 13 Januari 1975 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin, dan hingga kini menjadi salah satu ruang penting dalam pelestarian seni serta budaya wayang.
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, pengamanan melibatkan 2 personel Koramil 01/Taman Sari dipimpin Serka Heri, 4 personel Polsek Metro Tamansari dipimpin Kompol Tukul, serta 30 personel Satgas UPK Kota Tua dipimpin Bapak Rangga.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.
(M.Solichin)






