SAVEUUN: FORWATU LAPOR POLDA BANTEN DAN SIAPKAN AKSI MASSA BESAR TUNTUT KETUA DPRD LEBAK MUNDUR

LEBAK. Lintascakrawalanews.com – Sebuah rekaman video yang kini menyebar luas di media sosial merekam jelas peristiwa intimidasi dan kekerasan yang dialami warga bernama Uun. Dalam cuplikan yang diambil dari dalam kendaraan tersebut, terlihat kondisi Uun yang tidak mengenakan pakaian, menutup wajah karena ketakutan, serta terus diinterogasi dan diintimidasi terkait ucapan sarkasme yang dinilai menyerang pribadi Ketua DPRD Kabupaten Lebak.

 

Merespons peristiwa yang memicu kemarahan luas ini, Forum Warga Bersatu (Forwatu) Banten menegaskan sikap tegas: Meskipun ungkapan yang disampaikan Uun berupa sarkasme yang dinilai menyerang pribadi Ketua Dewan, hal itu sama sekali tidak bisa dijadikan alasan untuk membalas dengan kekerasan. Seorang pejabat publik yang merasa terhina seharusnya melaporkan perkara tersebut kepada pihak kepolisian untuk diproses menurut jalur hukum yang berlaku, bukan memerintahkan penganiayaan terhadap warga.

 

Presidium Forwatu Banten, Arwan., S.Pd., M.Si., menyampaikan:

 

“Kami tidak membenarkan jika ada perkataan yang kasar atau menyerang pribadi. Namun kita hidup di negara hukum. Jika merasa dirugikan, jalannya jelas: lapor ke polisi, tuntut lewat pengadilan. Bukan memerintahkan orang lain untuk mengeroyok, menelanjangi, dan mengintimidasi seseorang di dalam mobil. Tindakan itu justru menunjukkan penyalahgunaan kekuasaan yang sangat mencoreng nama baik lembaga wakil rakyat.”

 

Berdasarkan fakta yang terekam dan data yang dihimpun, peristiwa intimidasi dan kekerasan terorganisir ini terindikasi kuat terjadi atas instruksi langsung dari oknum Ketua DPRD Kabupaten Lebak. Sebagai langkah nyata, Forwatu Banten telah resmi melaporkan peristiwa ini ke Polda Banten guna diusut tuntas secara hukum.

 

“Kami serahkan bukti rekaman video lengkap beserta data pendukung kepada penyidik Polda Banten. Jika ada dugaan penghinaan, biarkan hukum yang menilai. Tapi membalasnya dengan kekerasan fisik adalah tindak pidana yang jauh lebih berat. Kami minta aparat mengusut tuntas siapa pelaku dan siapa yang memberi perintah, tanpa pandang bulu siapapun jabatannya,” tegas Presidium Forwatu Banten.

 

Selain menempuh jalur hukum, Forwatu Banten juga sedang mempersiapkan aksi massa besar-besaran yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dengan tagar #SAVEUUN, dengan tuntutan utama agar oknum Ketua DPRD Lebak segera mengundurkan diri dari jabatannya.

 

“Pemimpin seharusnya menjadi teladan taat hukum, bukan menjadi dalang kekerasan. Mundur adalah satu-satunya bentuk tanggung jawab yang pantas. Gerakan #SAVEUUN ini bukan hanya menyelamatkan satu orang, tapi menyelamatkan harga diri dan rasa aman seluruh rakyat Lebak,” pungkasnya.

 

Forwatu Banten menegaskan seluruh langkah yang diambil akan tetap berpegang pada prinsip damai, tertib, dan taat hukum, namun akan terus diperjuangkan sampai keadilan benar-benar ditegakkan.

 

 

#SAVEUUN

FORWATU BANTEN – Mengawal Kebenaran, Menolak Kekerasan, Menegakkan Keadilan

Kontak: Sekretariat Media & Komunikasi Forwatu Banten

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *