Banten . Lintascakrawalanews.com– Rangkaian demonstrasi Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) dalam Exercise Trident Resolve 2026 berlanjut di kawasan Pantai Mandalika, Anyer, Banten, dengan skenario penanganan bencana di wilayah pesisir dan perairan.
Jika pada demonstrasi sebelumnya tim multinasional diuji dalam pencarian dan penyelamatan korban pada bangunan rusak dan runtuh, pada skenario berikutnya respons diperluas pada penanganan dampak gempa bumi dan tsunami, termasuk evakuasi korban dari laut hingga penanganan medis multinasional.
Dalam skenario tersebut, gempa bumi berkekuatan 8,8 SR yang diikuti tsunami memicu pengerahan tim SAR untuk mencari korban di perairan Mandalika.
Dua korban ditemukan dengan kondisi berbeda dan dievakuasi untuk mendapatkan penanganan sesuai kondisi masing-masing.
Salah satu korban yang mengalami hipotermia dievakuasi menggunakan rubber boat oleh tim gabungan TNI, Basarnas dan Tagana, kemudian diserahkan kepada Multinational Medical Disaster Team yang melibatkan personel medis dari Amerika Serikat, Singapura, Brunei, Filipina, Thailand dan negara peserta XTR lainnya.
Tim medis melakukan penanganan awal sebelum korban dievakuasi menuju rumah sakit. Sementara korban kedua ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi untuk selanjutnya menjalani proses identifikasi melalui Disaster Victim Identification (DVI).
Demonstrasi tersebut turut disaksikan Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M. selaku Komandan Latihan, bersama Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., serta sejumlah pejabat militer negara peserta.
Rangkaian skenario ini memperlihatkan keterpaduan respons mulai dari pencarian dan penyelamatan, evakuasi, penanganan medis hingga identifikasi korban, sekaligus menguji koordinasi dan keterpaduan kerja unsur militer dan sipil dari berbagai negara.
Penrem 064/MY






