LINTASCAKRAWALANEWS.COM, TANGERANG β Di saat warga Desa Sidoko, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, antusias menerima bantuan air bersih dari jajaran kepolisian, Kepala Desa Sidoko H. Subarta Aji Wijaya bersama jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) justru tidak tampak hadir di tengah masyarakat.
Bantuan air bersih tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian jajaran kepolisian terhadap warga yang membutuhkan pasokan air bersih di tengah kondisi kemarau.
Antusiasme warga menyambut bantuan tersebut terlihat jelas. Namun, di balik momentum tersebut muncul pertanyaan: di mana kehadiran pemerintah desa ketika masyarakatnya menerima bantuan untuk kebutuhan dasar?
Ketidakhadiran Kades H. Subarta Aji Wijaya dan jajaran Pemdes Sidoko menjadi sorotan. Sebab, kehadiran kepala desa di tengah masyarakat tidak semestinya hanya terlihat dalam agenda pemerintahan maupun kegiatan seremonial, tetapi juga ketika warganya menghadapi persoalan dan membutuhkan perhatian.
Ironisnya, ketika jajaran kepolisian turun langsung memberikan bantuan kepada warga Desa Sidoko, pemerintah desa justru tidak terlihat mendampingi masyarakat.
PWGK-Kresek menyayangkan kondisi tersebut. Menurut Pengurus PWGK-Kresek, bantuan memang berasal dari pihak kepolisian, tetapi penerima manfaatnya adalah warga Desa Sidoko. Karena itu, kehadiran kepala desa seharusnya menjadi bentuk penghargaan sekaligus dukungan terhadap upaya membantu masyarakat.
βIni bantuan untuk warga Desa Sidoko. Seharusnya Kades H. Subarta Aji Wijaya hadir bersama masyarakat. Jangan sampai ketika warga sedang membutuhkan air bersih, justru pemerintah desanya tidak terlihat,β ujar PWGK-Kresek.
PWGK-Kresek menilai persoalan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi Pemdes Sidoko. Pemerintah desa dituntut lebih peka terhadap kondisi masyarakat serta aktif membangun sinergi dengan kepolisian dan instansi lainnya dalam menghadapi persoalan kebutuhan dasar warga.
Kehadiran kepala desa di tengah masyarakat bukan sekadar persoalan seremoni. Lebih dari itu, kehadiran tersebut menjadi bagian dari komunikasi pelayanan publik dan bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap warganya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari Kepala Desa Sidoko H. Subarta Aji Wijaya mengenai alasan dirinya maupun jajaran Pemdes tidak hadir dalam kegiatan penyaluran bantuan air bersih tersebut.
( Heri )






