Bantuan Air Bersih Datang untuk Warga Sidoko, Pemdes ke Mana?

LINTASCAKRAWALANEWS.COM, TANGERANG  — Bantuan air bersih dari jajaran kepolisian disambut antusias oleh warga Desa Sidoko, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, Jumat (18/9/2026). Namun, di tengah penyaluran bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat tersebut, Kepala Desa Sidoko H. Subarta Aji Wijaya bersama jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) Sidoko tidak tampak hadir di lokasi.

Bantuan air bersih itu disalurkan sebagai bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang menghadapi keterbatasan pasokan air bersih di tengah kondisi kemarau.

Bacaan Lainnya

Warga terlihat antusias menerima bantuan tersebut. Namun, ketidakhadiran pemerintah desa dalam momentum yang menyangkut langsung kebutuhan masyarakat menimbulkan pertanyaan di tengah warga.

Sebab, ketika bantuan untuk warga Desa Sidoko datang dan jajaran kepolisian turun langsung ke lapangan, kehadiran pemerintah desa semestinya menjadi bagian dari sinergi pelayanan kepada masyarakat.

Sorotan pun mengarah kepada Kades Sidoko H. Subarta Aji Wijaya. Kehadiran kepala desa di tengah masyarakat tidak hanya dibutuhkan dalam agenda pemerintahan atau kegiatan seremonial, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi persoalan kebutuhan dasar.

PWGK-Kresek menyayangkan ketidakhadiran tersebut. Menurutnya, meskipun bantuan air bersih berasal dari jajaran kepolisian, penerima manfaatnya merupakan warga Desa Sidoko sehingga pemerintah desa dinilai penting untuk hadir dan mendampingi masyarakat.

“Ini bantuan untuk warga Desa Sidoko. Seharusnya Kades H. Subarta Aji Wijaya hadir bersama masyarakat. Jangan sampai ketika warga sedang membutuhkan air bersih, pemerintah desanya justru tidak terlihat,” ujar Pengurus PWGK-Kresek.

PWGK-Kresek juga mendorong Pemdes Sidoko agar lebih aktif membangun koordinasi dengan berbagai pihak, khususnya dalam menghadapi persoalan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Kehadiran pemerintah desa dalam situasi seperti ini bukan semata-mata persoalan seremoni. Kehadiran tersebut merupakan bagian dari komunikasi pelayanan publik sekaligus kesempatan bagi pemerintah desa untuk mengetahui secara langsung kondisi dan kebutuhan warganya.

Di sisi lain, ketidakhadiran seorang kepala desa dalam kegiatan penyaluran bantuan tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai bentuk pengabaian sebelum ada penjelasan dari pihak yang bersangkutan. Karena itu, klarifikasi dari Kades Sidoko menjadi penting agar persoalan tersebut tidak menimbulkan persepsi sepihak di masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Sidoko H. Subarta Aji Wijaya belum memberikan keterangan mengenai alasan dirinya maupun jajaran Pemdes Sidoko tidak tampak hadir dalam kegiatan penyaluran bantuan air bersih tersebut.

( Redd )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *