LINTASCAKRAWALANEWS.COM – Dua puluh ribu lebih pengiring memadati kawasan Catus Patha Puri Agung Gianyar tepatnya di perempatan Alun – Alun Kota Gianyar pada Selasa 28 Juli 2026 untuk mengikuti Pamendak Agung lan Pacepukan Patapakan Ratu Gede Lingsir Pura Dalem Serongga Gianyar dengan Ratu Gede Tojan Klungkung, Ratu Gede Pura Dalem Lebih Gianyar, Ratu Gede Siangan Gianyar, Ratu Gede Tedung Gianyar, Ratu Gede Sari Merta Klungkung dan Ratu Gede Tusan Klungkung, tradisi sakral ini menjadi rangkaian dari piodalan di Pura Dalem Serongga Gianyar. Pacepukan menjadi ritual keagamaan juga menjadi simbol pengikat pasemetonan antar desa adat di Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Klungkung, Bali.
Bendesa Adat Desa Adat Serongga, Pande Made Sudarsana didampingi Petajuh/Wakil Bendesa Adat Serongga, I Wayan Kariasa dan Penyarikan/Sekretaris Desa Adat Serongga, Made Subakti serta Juru Rakse/Bendahara Desa Adat Serongga, I Putu Bagus Mahardika mengatakan, pelaksanaan pacepukan petapakan ini biasanya bersifat sakral, sehingga mengenai pengalihan arus lalin melalui media cetak, online, media sosial dan radio serta pengumuman kepada warga yang melintas di jalur yang dilalui iring – iringan petapakan ratu gede.
Pande Made Sudarsana menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan dan masyarakat luas atas ketidaknyamanan, selama prosesi berlangsung, pengalihan arus dan penutupan jalan bersifat situasional, yang diberlakukan pada saat iring – iringan petapakan melintas yaitu Petapakan Ratu Gede Dalem Serongga melewati Jalan Sakura – Abianbase – Banjar Sangging menuju Catus Patha. Petapakan Ratu Gede Dalem Lebih melewati Jalan Sakura – Serongga – Abianbase – Banjar Sangging menuju Catus Patha.
Petapakan Ratu Gede Tedung melewati jalan Mulawarman – Jalan Kesatrian – Perempatan DPRD Kabupaten Gianyar ke timur Jalan Ngurah Rai menuju Catus Patha. Petapakan Ratu Gede Siangan melewati Bitera, Jalan Ciung Wanara – Jalan Ngurah Rai menuju Catus Patha Gianyar.

Petapakan Ratu Gede Tojan Klungkung melewati Takmung – Umesalakan – Banjarangkan – Tulikup – Peteluan Bangli – Samplangan menuju Catus Patha Gianyar. Petapakan Ratu Gede Sarimerta Klungkung melewati Banjarangkan – Tulikup – Peteluan Bangli – Samplangan menuju Catus Patha gianyar. Petapakan Ratu Gede Tusan Klungkung melewati Banjarangkan – Tulikup – Peteluan Bangli – Samplangan menuju Catus Patha Gianyar.
Lanjut Pande Made Sudarsana mengatakan, pengguna jalan yang tidak berkepentingan dihimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan. Pengaturan arus lalu lintas di lapangan Pecalang Desa Adat berkoordinasi dengan aparat Kepolisian, Dinas Perhubungan dan pengendara diminta untuk mematuhi arahan petugas di lapangan.
Bendesa Adat Serongga ini menjelaskan, delapan patapakan tedun menuju Pura Dalem Serongga diantaranya Patapakan sasuhunan Jagat Serongga, Siangan, Lebih dan Tedung dari Kabupaten Gianyar, Patapakan sasuhunan dari Desa Adat Tusan, Sarimerta dan Tojan Kabupaten Klungkung. Iring – iringan berjalan kaki dari desa masing – masing menuju Catus Pata Puri Agung Gianyar tepatnya Alun – Alun Kota Gianyar untuk mengikuti Pacepukan dan Pamendak Agung sebelum melanjutkan menuju Pura Dalem Serongga.
“Masyarakat supaya menghindari kawasan Catus Patha Puri Agung Gianyar tepatnya Alun – Alun Kota Gianyar pada hari Selasa 28 Juli 2026, iring – iringan petapakan sesuhunan ratu gede dari Tojan, Sarimerta dan Tusan mulai berangkat menuju Catus Pata Gianyar pukul 04.00 Wita dan sampai di Catus Patha Gianyar diperkirakan kurang lebih pukul 07.00 – 09.00 Wita, masyarakat supaya menggunakan jalur alternatif guna mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus mendukung kelancaran prosesi adat pacepukan ini,” kata Pande Made Sudarsana.
Lanjut Bendesa Adat Serongga ini menyatakan, usai pelaksanaan Pacepukan dan Pamendak Agung, seluruh Patapakan Ratu Gede melanjutkan perjalanan menuju Pura Dalem Serongga untuk mengikuti rangkaian pujawali pada 29 Juli sampai 1 Agustus 2026 bertepatan dengan Purnama. Pamendak Agung dan Pacepukan Ratu Gede merupakan warisan leluhur bermakna religius, memperkuat hubungan persaudaraan antar desa adat yang telah terjalin.
“Puri Agung Gianyar menghaturkan Pamendak Agung kepada Patapakan Ratu Gede sebagai manifestasi Ida Bhatara Sasuhunan dari sejumlah desa adat di Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Klungkung sebelum seluruh patapakan menuju Pura Dalem Serongga,” pungkas Pande Made Sudarsana. @ (RED/NU)






