LEBAK. Lintascakrawalanews.com – Komunitas Lansia Maja resmi meluncurkan program Sekolah Lansia dalam kegiatan yang digelar di Kantor Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti puluhan warga lanjut usia dan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kecamatan Maja, UPTD Rawat Inap Puskesmas Kecamatan Maja, BKKBN Maja, serta kader PKK.
Peluncuran program ini menjadi langkah awal dalam mendorong pemberdayaan masyarakat lanjut usia agar tetap aktif, produktif, dan memiliki ruang untuk terus belajar serta berinteraksi di lingkungan sosialnya.
Penggagas Sekolah Lansia Komunitas Maja, Priscilla Hillary Fabiola, menjelaskan bahwa pembentukan komunitas ini bertujuan menyediakan wadah bagi para lansia untuk bersosialisasi sekaligus menjalankan berbagai aktivitas positif.
“Lansia adalah bagian penting dari masyarakat. Mereka telah melewati berbagai fase kehidupan yang menjadi pengalaman berharga bagi generasi muda. Tidak ada perbedaan hak di antara kita sebagai warga negara, semua memiliki hak yang sama untuk berkembang dan berdaya,” ujar Priscilla Hillary Fabiola.
Ia menuturkan, program sekolah lansia merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat lanjut usia melalui pendekatan pendidikan non formal yang terstruktur dan berkelanjutan.
Menurutnya, lansia tidak seharusnya dipandang sebagai kelompok yang telah memasuki masa berhenti berkarya. Sebaliknya, usia lanjut merupakan fase kehidupan yang tetap dapat diisi dengan produktivitas serta kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
“Memasuki usia lanjut bukan berarti kehidupan berhenti. Ini adalah awal dari ritme baru yang bisa diisi dengan semangat baru, komunitas baru, dan peran baru di tengah masyarakat,” kata Priscilla Hillary Fabiola.
Ia menambahkan, Sekolah Lansia Maja memiliki kurikulum yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup peserta. Materi pembelajaran mencakup aspek kesehatan, sosial, kewirausahaan, kreativitas, hingga seni, yang disesuaikan dengan minat serta kemampuan masing-masing peserta.
“Ada banyak bidang pembelajaran yang bisa diikuti, mulai dari kesehatan, kewirausahaan, kreativitas, hingga seni. Semua disesuaikan dengan kemampuan dan minat masing-masing lansia,” jelas Priscilla Hillary Fabiola.
Priscilla juga menekankan pentingnya kebahagiaan sebagai salah satu faktor utama dalam menjaga kesehatan lansia.
“Perasaan senang dan gembira adalah obat yang sangat berharga. Karena itu, sekolah ini tidak hanya fokus pada pembelajaran, tetapi juga membangun suasana yang menyenangkan bagi para peserta,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Rawat Inap Puskesmas Maja, Hj Deminah PS, SKM, S.ST, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kehadiran Sekolah Lansia Komunitas Maja merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas kesehatan fisik maupun mental para lansia melalui aktivitas yang edukatif dan interaktif.
“Adanya sekolah lansia ini diharapkan mampu menjadi sarana pemberdayaan yang mendorong para lansia tetap mandiri, aktif, dan terus berkontribusi dalam kehidupan sosial di Kabupaten Lebak,” ujar Hj Deminah PS.
Program ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang berkelanjutan bagi para lansia di Kecamatan Maja sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kemandirian dalam menghadapi masa lanjut usia.






