LINTASCAKRAWALANEWS.COM, ACEH TAMIANG — Provinsi Aceh kembali dilanda bencana besar. Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah menyebabkan tanah longsor dan banjir bandang yang merendam rumah warga, menghanyutkan harta benda, memutus akses jalan, serta mengisolasi ribuan keluarga di tengah malam.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sebanyak 16 kabupaten/kota terdampak bencana. Total 119.988 jiwa atau 33.817 KK terdampak, sementara 20.759 jiwa atau 6.998 KK terpaksa mengungsi. Kerusakan meliputi rumah warga, tempat ibadah, sekolah, jalan, dan jembatan. Hingga kini, sejumlah wilayah masih terisolasi dan sulit dijangkau oleh tim evakuasi.
Sebagai bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan, Tim Rescue AMPHIBI (Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia) yang dipimpin Deny Wijaya, berkolaborasi dengan masyarakat Dusun II Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, melakukan penggalangan donasi untuk korban bencana di Desa Batang Ara, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Penyaluran bantuan dilakukan pada Rabu, 17 Agustus 2025.
Bantuan yang dihimpun dari masyarakat Dusun II Desa Kolam antara lain:
beras setengah ton, mi instan 53 dus, lilin 4 dus besar, softex 16 lusin, pampers 5 lusin, air mineral 50 dus, biskuit/roti kering 30 dus, obat-obatan, pakaian layak pakai sebanyak 314 pasang, minyak goreng 50 liter, sabun mandi 4 dus, sampo 4 dus, serta makanan siap saji berupa ayam penyet sebanyak 250 bungkus. Seluruh bantuan tersebut dikemas menjadi 250 paket dan disalurkan langsung kepada warga Desa Batang Ara.
Ketua Tim Rescue AMPHIBI, Deny Wijaya, mengungkapkan bahwa proses pendistribusian bantuan ke wilayah pelosok tersebut penuh tantangan.
“Dengan menggunakan unit sosial Rescue AMPHIBI dan ambulans CSR PT AJLM/ARUM, kami bersama sembilan personel tim harus menerobos jalan berlumpur dan ekstrem. Di tengah gelapnya malam, kendaraan kami berkali-kali terperosok lumpur. Alhamdulillah, seluruh tim berhasil mencapai lokasi,” ujar Deny.
Ia menambahkan, kondisi di lokasi sangat memprihatinkan. Ketinggian lumpur bahkan mencapai pohon kelapa, dan tercatat sekitar 200 KK kehilangan rumah akibat tersapu banjir bandang.
Di lokasi terdampak, Tim Rescue AMPHIBI menyerahkan seluruh bantuan kepada kepala dusun setempat untuk selanjutnya dibagikan kepada warga.
“Semoga bantuan yang kami bawa ini dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di sini,” tutur Deny dengan nada haru.
Sementara itu, di tempat terpisah, Ketua Umum AMPHIBI, Agus Salim Tanjung, SO, S.Si, CH (AST), menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Aceh. Ia menjelaskan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh Tim Rescue AMPHIBI.
“Insya Allah, dalam waktu dekat kami akan kembali mengirimkan bantuan sembako hasil donasi rekan-rekan dari Pulau Jawa dan luar daerah,” pungkas AST.
(red–amphibi)






