LINTASCAKRAWALANEWS.COM – Yang dipakai panduan jero balian adalah lontar usada yang berisi pengetahuan dan ritual oleh jero balian seperti lontar usada Bali untuk pengobatan, lontar Budha Kecapi dan lontar Tutur Bhagawan Ciwa Sempurna yang memuat dharma sesana atau kode etik seorang jero balian, serta lontar – lontar lain yang berisi mantra dan pengetahuan spiritual yang diwariskan secara turun – temurun.
Mangku Nyoman Yasa pria kelahiran Banjar/Pauman Beji, Desa Adat Timbrah, Desa Pretima, Karangasem, Bali kepada LintasCakrawalaNews mengatakan, lontar usada Bali berisi tentang sistem pengobatan tradisional, termasuk jenis – jenis penyakit, tanaman obat dan cara pengobatan. Lontar yang berisi dharma sesana balian yakni lontar Budha Kacapi dan Tutur Bhagawan Ciwa Sempurna tertulis tentang pedoman etika dan aturan perilaku atau sesana bagi jero balian.
Mangku Nyoman Yasa menjelaskan, lontar tersebut memuat pengetahuan spiritual, mantra dan ritual yang diwariskan secara turun – temurun oleh para balian, lontar memberikan panduan tentang tanaman obat dan metode penyembuhan tradisional, aturan moral dan perilaku yang harus dipatuhi oleh jero balian. Pengetahuan jero balian tentang doa, mantra dan ritual tentunya untuk memancarkan energi positif saat membantu pasien.
Mangku Nyoman Yasa menyatakan, lontar menjadi dasar dan pedoman bagi jero balian dalam menjalankan praktik spiritual dan pengobatan, bagi jero balian lontar adalah cara untuk melestarikan ilmu dan ajaran leluhur secara turun – temurun. “Jero balian bertanggung jawab untuk selalu berpedoman pada lontar dan sesana saat menjalankan tugas sebagai penyembuh dan pembimbing spiritual,” kata Mangku Nyoman Yasa.
Mangku Nyoman Yasa menjelaskan, dalam lontar Budha Kecapi memuat ajaran fisiologi dan pengobatan tradisional serta disiplin seorang jero balian, lontar ini membahas tentang sumber penyakit, diagnosa, pengobatan dengan ramuan dan mantra serta tanda – tanda kematian, dengan menekankan pentingnya jero balian untuk memahami takdir kematian dan tidak memaksakan diri untuk mengobati pasien yang sudah waktunya meninggal.
“Lontar Budha Kecapi memuat berbagai jenis energi hidup atau prana, dewa – dewa dalam tubuh manusia serta aksara suci yang terdapat di dalam organ tubuh manusia,” jelas Mangku Nyoman Yasa.
Mangku Nyoman Yasa mengatakan, lontar Budha Kecapi menguraikan berbagai gejala penyakit dan bagaimana mendiagnosisnya agar jero balian tidak salah memberikan obat dan juga tertulis teknik penyembuhan, berbagai jenis tanaman obat serta cara menggunakan mantra, ritual untuk mengobati pasien. Lontar Budha Kecapi juga memberikan panduan kepada jero balian tentang sesana dan tanggung jawab mengenai usadha, termasuk cara menerima sesari.
“Lontar Budha Kecapi berisi tanda – tanda kematian, sehingga jero balian dapat membedakan antara penyakit yang dapat disembuhkan dan yang tidak dapat disembuhkan serta memahami bahwa kematian adalah bagian dari siklus alam semesta,” urai Mangku Nyoman Yasa.
Mangku Nyoman Yasa mengatakan, lontar Tattwa Siwa mengajarkan kepada jero balian hakikat Tattwa Siwa yang dianugerahkan kepada manusia menjadi dasar bagi pengetahuan pengobatan usadha, lontar Tattwa Siwa sebagai panduan utama dan referensi bagi jero balian usadha dalam menjalankan praktik pengobatan tradisional.
“Lontar Tutur Bhagawan Siwa Sempurna sebuah lontar yang berisi pedoman etik dan hukum bagi jero balian agar hidup suci, bersih, terlepas dari sifat serakah, sombong dan asusila serta berperilaku baik sesuai dharma, lontar Tutur Bhagawan Siwa Sempurna menekankan pentingnya jero balian tidak bertindak sombong dan hidup sesuai dengan ajaran agama,” kata Mangku Nyoman Yasa.
Mangku Nyoman Yasa menjelaskan, lontar Tutur Bhagawan Siwa Sempurna memberikan aturan dan etika bagi jero balian dalam menjalankan tugas, juga mengajarkan bahwa jero balian harus hidup suci dan bersih, serta menekankan pentingnya tidak memiliki sifat loba, sombong dan asusila.
“Jero balian harus bertingkah laku sesuai dengan dharma, lontar Tutur Bhagawan Siwa Sempurna adalah panduan atau pedoman moral dan spiritual bagi jero balian yang menjalankan pengobatan tradisional atau usada, jadi jero balian harus menjalani kehidupan yang benar, beretika, tidak sombong, loba dan bermartabat serta tidak pamrih,” pungkas Mangku Nyoman Yasa. @ (RED/NU)






