MUI Kecamatan Jayanti Resmi Dilantik, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Turut Hadiri Pengukuhan Masa Khidmat 2026–2031

LINTASCAKRAWALANEWS.COM, || TANGERANG – Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Jayanti masa khidmat 2026–2031 resmi dilantik dan dikukuhkan dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Jumat (06/11/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Jayanti H. Yandri Permana, S.STP., MH., didampingi Sekretaris Kecamatan (Sekcam) H. M. Ridwan Firdaus, S.STP., S.IP., M.Si., Ketua Umum MUI Kabupaten Tangerang KH. Ues Nawawi beserta jajaran pengurus, Ketua MUI Kecamatan Jayanti KH. Ahmad Kusyaeri beserta seluruh pengurus, serta sejumlah tokoh agama dan tamu undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Turut hadir pula Serka Murtopo Sugiarto selaku Babinsa Koramil 13/Cisoka dan Aiptu Endang S. selaku Bhabinkamtibmas Polsek Cisoka sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan di wilayah Kecamatan Jayanti.

Dalam sambutannya, Camat Jayanti H. Yandri Permana berharap kepengurusan MUI yang baru dapat semakin memperkuat sinergi dengan pemerintah kecamatan. Ia mengajak seluruh jajaran pengurus untuk melanjutkan berbagai program dan capaian positif yang telah berjalan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, MUI merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

“Semoga pengurus MUI Kecamatan Jayanti dapat bersinergi dengan pemerintah kecamatan untuk melanjutkan dan meningkatkan apa yang sudah baik menjadi lebih baik. Sebagai lembaga mitra pemerintah, MUI diharapkan dapat mendukung program pemerintah demi kemaslahatan umat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Tangerang KH. Ues Nawawi menegaskan bahwa MUI memiliki tanggung jawab besar dalam kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan perlindungan umat, tetapi juga pelayanan dan pendampingan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa MUI mengemban dua fungsi penting, yakni Himayatul Ummah (pelindung umat) dan Khadimul Ummah (pelayan umat).

Melalui fungsi Khadimul Ummah, MUI harus hadir sebagai pelayan, pengayom, sekaligus pembimbing masyarakat Muslim. Peran tersebut diwujudkan melalui pemberian bimbingan keagamaan, pelayanan persoalan sosial-keagamaan, serta kontribusi dalam menjaga kehidupan umat agar senantiasa berpedoman pada nilai-nilai Islam.

Selain itu, MUI juga memiliki peran dalam memberikan panduan keagamaan, termasuk persoalan kehalalan produk makanan, obat-obatan, dan kosmetik melalui mekanisme sertifikasi halal yang berlaku.

KH. Ues Nawawi juga mengingatkan pentingnya fungsi Shodiqul Hukumah, yakni MUI sebagai mitra pemerintah. Dalam posisi tersebut, MUI tidak hanya menjadi pendukung kebijakan pemerintah, tetapi juga mitra dialog dan penasihat dalam berbagai persoalan sosial maupun keagamaan.

Menurutnya, hubungan antara ulama dan pemerintah perlu dibangun melalui komunikasi, kerja sama, serta saling memberikan masukan. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi juga memperhatikan dimensi moral, spiritual, dan sosial masyarakat.

Di tempat yang sama, Ketua MUI Kecamatan Jayanti KH. Ahmad Kusyaeri mengatakan bahwa pelantikan dan pengukuhan pengurus merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Cabang (Muscab) yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu di lokasi yang sama.
“Alhamdulillah, hari ini pengukuhan dan pelantikan MUI Kecamatan Jayanti berjalan lancar,” ungkap KH. Ahmad Kusyaeri.

Menurutnya, kepengurusan baru periode 2026–2031 diharapkan membawa perubahan positif bagi organisasi. Keterlibatan berbagai unsur, mulai dari organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat hingga kalangan akademisi, menjadi salah satu kekuatan untuk memperluas kontribusi MUI di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa setelah pelantikan, jajaran pengurus akan segera menggelar rapat kerja (raker) guna menyusun program dan menentukan langkah strategis selama lima tahun ke depan.

“Kami berharap dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, kita semua bisa bersinergi antara ulama, umaroh, dan zuama untuk mewujudkan masyarakat Jayanti yang lebih baik, nyaman, baik dari sisi keagamaan maupun sosial,” katanya.

KH. Ahmad Kusyaeri juga menyampaikan harapannya agar semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan slogan Kecamatan Jayanti, yakni Jayanti Beriman.

Sementara itu, kehadiran Babinsa Koramil 13/Cisoka dan Bhabinkamtibmas Polsek Cisoka dalam kegiatan tersebut turut mencerminkan sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah kecamatan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kerukunan di wilayah Kecamatan Jayanti.

Usai prosesi pelantikan dan pengukuhan, para pengurus MUI Kecamatan Jayanti menerima ucapan selamat dari Camat Jayanti yang didampingi Ketua I MUI Kabupaten Tangerang.

Pelantikan kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran ulama di tengah masyarakat. Di bawah kepemimpinan KH. Ahmad Kusyaeri, MUI Kecamatan Jayanti diharapkan semakin aktif menjalankan fungsi pembinaan keagamaan, menjaga kerukunan, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.

Keberadaan MUI di tingkat kecamatan memiliki peran penting karena ulama berinteraksi langsung dengan kehidupan masyarakat. Melalui dakwah, pendidikan keagamaan, konsultasi umat, dan pendampingan sosial, MUI diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat Jayanti yang religius, rukun, dan berkemajuan.
(Red/ML)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *