XTR 2026 Hadirkan Posyandu dan Fasilitas Umum bagi Warga Paku Anyer

Banten,Lintascakrawalanews.com- Exercise Trident Resolve (XTR) 2026 tidak hanya menguji kemampuan dan koordinasi militer negara peserta. Di Desa Paku Anyer, rangkaian latihan juga menghadirkan sejumlah fasilitas yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

 

Hasil kegiatan tersebut ditandai dengan peresmian fasilitas di Desa Paku Anyer yang dihadiri Kasrem 064/MY Kolonel Inf Shofanudin, S.I.P., M.Han., selaku Wakil Komandan Latihan (Wadanlat), bersama perwakilan negara peserta XTR 2026.

 

Peresmian ditandai dengan penyerahan kunci gedung Posyandu oleh perwakilan Brunei Darussalam kepada Kepala Desa Paku Anyer, didampingi Kasrem 064/MY.

 

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Brunei Darussalam menyerahkan plakat kepada Kasrem untuk dipasang pada dinding gedung Posyandu sebagai penanda hasil kerja sama dalam rangka XTR 2026.

 

Gedung Posyandu tersebut dibangun dua lantai dengan ukuran 5 x 10 meter dan dilengkapi perlengkapan pendukung seperti meja dan kursi.

 

Selain itu, kegiatan mencakup pengaspalan jalan dan pembangunan sumur bor yang telah berfungsi dan dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.

 

Kegiatan juga dilengkapi pembagian 100 paket sembako kepada warga. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, mi instan dan minyak goreng.

 

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak 17 Agustus hingga 24 September 2026 dan melibatkan Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam dan Myanmar.

 

Singapura berperan sebagai koordinator kegiatan, Brunei Darussalam terlibat dalam pembangunan Posyandu, perlengkapannya, perbaikan jalan, sumur bor serta bantuan sembako.

 

Sementara Indonesia berperan dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan, sedangkan Myanmar menjadi partisipan.

 

Dari unsur Indonesia, kegiatan melibatkan Kementerian Pertahanan, Korem 064/MY dan Yonzikon-14/SWS Pusziad .

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan kebutuhan masyarakat, mulai dari kondisi fasilitas Posyandu yang belum memadai, keterbatasan air bersih hingga kondisi jalan yang menghambat mobilitas warga, yang

sebagian besar masyarakat Paku Anyer bermata pencaharian sebagai nelayan.

 

Rangkaian kegiatan di Paku Anyer memperlihatkan sisi lain XTR 2026. Selain menguji kesiapan dan koordinasi antarnegara dalam menghadapi situasi darurat, latihan multinasional tersebut juga menghadirkan hasil nyata yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat di wilayah latihan.

 

Penrem 064/MY

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *