LINTASCAKRAWALANEWS.COM – Senin 6 Juli 2026 terjadi musibah seorang warga terjatuh ke jurang di kawasan Tukad Lutung, Banjar Lokaserana, Desa Siangan, Kecamatan Gianyar yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Menindaklanjuti laporan dari masyarakat, Babinsa Desa Siangan segera mendatangi dan melihat kondisi korban, serta membantu koordinasi dengan pihak terkait.
Berdasarkan keterangan para saksi, kejadian bermula sekitar pukul 09.30 Wita ketika korban, Ni Luh Gendri (68), bersama suaminya, I Wayan Sukarma (71), pergi menuju kawasan Tukad Lutung untuk mencari kayu bakar. Setibanya di lokasi, keduanya berpencar untuk mencari kayu. Sekitar pukul 12.00 Wita, suami korban kembali ke rumah dan mengira korban telah lebih dahulu pulang. Namun saat ditanya oleh anak korban, I Made Sudartawan, diketahui korban belum kembali sehingga keluarga mulai merasa khawatir.
Didorong rasa cemas, anak korban bersama sejumlah warga segera melakukan pencarian di sepanjang aliran Tukad Lutung dengan menyisir lokasi sambil memanggil nama korban. Sekitar pukul 13.00 Wita, korban ditemukan dalam kondisi mengambang di genangan air sungai. Anak korban bersama warga kemudian turun ke lokasi untuk mengangkat korban dari dasar jurang menuju atas parit, selanjutnya dievakuasi ke pinggir jalan sebelum dibawa ke RSUD Sanjiwani Gianyar menggunakan kendaraan warga guna memperoleh penanganan medis.

Sekretaris Desa Siangan yang menerima laporan dari masyarakat juga segera menghubungi BPBD Kabupaten Gianyar dan menuju lokasi untuk membantu proses penanganan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter jaga RSUD Sanjiwani, dr. Luh Wayan Puspaningsih, korban dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba di Instalasi Gawat Darurat. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan pada tubuh korban, hanya terdapat luka lecet pada tungkai kaki kiri yang diduga akibat terjatuh, dengan perkiraan korban telah meninggal sekitar dua jam sebelum pemeriksaan dilakukan.
Setelah dilakukan komunikasi dengan pihak keluarga, diketahui bahwa korban memang sering mencari kayu bakar bersama suaminya di kawasan tersebut. Keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah dan mengikhlaskan kepergian korban serta tidak mempermasalahkan kejadian tersebut.
Kehadiran Babinsa dalam penanganan musibah ini merupakan wujud kepedulian TNI kepada masyarakat sekaligus memastikan proses evakuasi, koordinasi dan penanganan di lapangan berlangsung dengan aman, tertib dan lancar. @ (RED/NU)






