Bangli Fashion Parade 2026 Mengangkat Pesona Kain Tenun Ikat Tradisional Bali Ke Panggung Casual Modern

 

LINTASCSKRAWALANEWS.COM – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bangli ke-822, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bangli sukses menyelenggarakan perhelatan akbar “Bangli Fashion Parade & Competition 2026”. Acara yang dipusatkan di Alun – Alun Bangli ini menjadi ajang unjuk kreativitas bagi para desainer muda dan pelajar dalam mengolah Kain Tenun Ikat Tradisional Bali menjadi busana casual yang modis dan berdaya saing.

Acara ini dihadiri langsung Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta yang sekaligus menjadi Pembina Dekranasda Kabupaten Bangli beserta Ny. Sariasih Sedana Arta yang menjadi Ketua Dekranasda Kabupaten Bangli, didampingi Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar beserta Ny. Suciati Diar, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli beserta Ibu, jajaran Forkopimda serta seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli. Turut hadir jajaran pengurus Dekranasda Kabupaten Bangli yang menjadi motor penggerak pelestarian kain tenun khas daerah.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar perlombaan saja, melainkan upaya nyata pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali sektor ekonomi kreatif dan memastikan warisan budaya kain tenun tetap relevan di mata generasi muda. Kompetisi tahun ini diikuti berbagai perwakilan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) ternama di Bali. Penilaian dilakukan secara ketat oleh dewan juri profesional yang terdiri dari Juri I, Drs. Tjokorda Gde Abinanda Sukawati, M.Sn., Juri II, Anak Agung Sagung Istri Karina Prabasari, S.H., M.Kn., Juri III, Kadek Tresnajaya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta menyampaikan pesan dan harapannya terkait penyelenggaraan kegiatan ini. “Tenun ikat bukan sekadar kain, melainkan identitas dan kekayaan budaya Bangli yang harus kita jaga dan terus kita kembangkan. Melalui parade dan kompetisi ini, kami ingin mengajak generasi muda untuk tidak hanya bangga menggunakan kain tradisional, tetapi juga berani berkreasi mengolahnya menjadi busana yang cocok dipakai dalam kehidupan sehari – hari. Kreativitas inilah kunci agar tenun ikat kita tidak punah tertelan zaman, melainkan semakin dicintai masyarakat luas dan mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional,” ujar Sariasih Sedana Arta. Ia juga menambahkan bahwa Dekranasda akan terus mendorong pelatihan dan pembinaan bagi pengrajin, serta desainer muda agar kualitas dan variasi produk tenun Bangli semakin meningkat.

Berdasarkan Berita Acara hasil lomba yang ditandatangani pada Senin 11 Mei 2026, dewan juri telah menetapkan 6 pemenang terbaik dengan nilai yang sangat kompetitif yakni Juara l diraih SMK Negeri 1 Bangli dengan nilai 280, Juara ll diraih SMA Negeri 1 Bangli, Juara lll diraih SMK Negeri 3 Bangli. Sementara di posisi Juara Harapan l ada Mediteranian Bali Bangli, Juara Harapan ll SMA Negeri 2 Bangli dan Juara Harapan lll SMA Negeri 1 Susut.

Acara ditutup dengan penyerahan piala dan penghargaan oleh Ketua Dekranasda beserta jajaran pimpinan daerah kepada para pemenang, diiringi harapan agar kain tenun ikat Bangli dapat menembus pasar nasional hingga internasional melalui sentuhan desain – desain modern yang lahir dari kompetisi ini. @ (RED/NU)

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *