LINTASCAKRAWALANEWS.COM, Tangerang – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Kecamatan Gunung Kaler yang digelar pada 23 hingga 27 April 2026 berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan. Namun di balik kemeriahan tersebut, sejumlah catatan muncul, baik dari sisi kondisi fasilitas kantor kecamatan maupun keterlibatan langsung kepada masyarakat.
Pantauan di lokasi menunjukkan, tampilan depan gedung Kecamatan Gunung Kaler terlihat cukup rapi. Akan tetapi, kondisi berbeda terlihat pada bagian samping hingga belakang gedung. Sejumlah plafon tampak bolong, kabel menjuntai tidak tertata, serta dinding yang mulai berlumut menimbulkan kesan kurang terawat. Rabu (29/4/2026)
Kondisi ini kontras dengan momentum perayaan HUT ke-20 yang seharusnya menjadi ajang evaluasi dan pembenahan fasilitas pelayanan publik. Bahkan, area kantor kedinasan camat disebut-sebut tampak tidak terurus, hingga memunculkan kesan seperti bangunan yang ditinggalkan.
Saat dikonfirmasi, Camat Gunung Kaler, Udin, meminta agar pemberitaan tidak terlalu menyoroti sisi negatif.
“Ya kang, bantulah jangan berikan berita yang jelek sekitar kantor pemerintah Kecamatan Gunung Kaler,” ujarnya.
Meski demikian, pihak kecamatan menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang diberikan. Ucapan terima kasih serta keterbukaan terhadap saran kerap disampaikan, namun hingga kini belum terlihat langkah pembenahan yang signifikan.
Selain persoalan fisik gedung, sorotan juga datang dari minimnya kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat selama perayaan berlangsung. Meski acara digelar meriah selama lima hari, warga menilai tidak ada kegiatan bakti sosial (baksos) maupun simbolis yang secara nyata dirasakan oleh masyarakat.
Beberapa warga bahkan menyebut, selama perayaan berlangsung pihak kecamatan lebih banyak disibukkan dengan agenda internal seperti rapat-rapat, sehingga kehadiran langsung di tengah masyarakat dinilai kurang terlihat.
Padahal, momentum HUT ke-20 dinilai menjadi kesempatan penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah kecamatan dengan warga di sembilan desa yang ada di wilayah Gunung Kaler.
Masyarakat berharap ke depan, perayaan hari jadi tidak hanya menghadirkan kemeriahan seremonial, tetapi juga diiringi program nyata yang menyentuh kebutuhan warga, sekaligus dibarengi dengan pembenahan fasilitas kantor demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.
( Redd )






