Data Korban Terbaru. Tabrakan KRL vs Argo Bromo di Bekasi Timur,

Oplus_131072

Bekasi. Lintascakrawalanews.com – Kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur masih menyisakan duka mendalam sekaligus perhatian publik. Hingga Selasa, 28 April 2026, jumlah korban terus diperbarui seiring proses evakuasi dan pendataan yang masih berlangsung di sejumlah rumah sakit.

Tim medis di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid mencatat sebanyak 53 korban telah berhasil diidentifikasi. Dari jumlah tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, yakni Nuryati (62), Enggar Retno K (35), dan Nurlaela (30). Sementara itu, puluhan korban lainnya mengalami luka dengan kondisi yang bervariasi, dari ringan hingga berat.

 

Sebanyak 50 korban luka saat ini masih menjalani perawatan medis. Sebagian dirawat intensif, beberapa dirujuk ke rumah sakit lain, dan sejumlah korban telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. Nama-nama korban yang tercatat antara lain Desvita (56), Ahmad Nur Syahril (28), Subur Sagita (51), Shovy Salsabila (24), hingga Pamilang Rani Situmorang (32).

 

Beberapa korban seperti Andi Saputra dan Rista Triana dilaporkan sudah kembali ke rumah masing-masing. Sementara korban lain seperti Vira Oktaviani Putri dirujuk ke RS Mitra Plumbon, dan Yuliana Nur Pratama ke RS Siloam untuk penanganan lanjutan.

 

Di sisi lain, PT Kereta Api Indonesia (KAI) merilis data berbeda terkait jumlah korban. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebut jumlah korban meninggal dunia mencapai lima orang.

 

“Update dari korban pada saat ini meninggal dunia itu 5. Kemudian yang masih terperangkap itu sekitar 3,” ujar Bobby Rasyidin, dikutip Selasa (28/4/2026).

 

Ia juga mengungkapkan total korban yang telah menjalani observasi mencapai 79 orang dan tersebar di sembilan rumah sakit.

 

“Dan yang sudah observasi di rumah sakit itu berjumlah 79. Rumah sakitnya ada sembilan RS,” tambah Bobby Rasyidin.

 

Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi mencatat total 74 korban luka dan empat korban meninggal dunia. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

 

“Data terakhir, 59 korban dirawat di RSUD, 12 di RS Primaya, dan 3 di RS Bella,” ujar Tri Adhianto.

 

Perbedaan data antar instansi ini menunjukkan bahwa proses pendataan masih dinamis dan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.

 

KAI juga memastikan seluruh penumpang kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek selamat dari insiden tersebut. Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba, menegaskan tidak ada korban jiwa dari rangkaian kereta tersebut.

 

“Sebanyak 240 penumpang Argo Bromo Anggrek seluruhnya dalam kondisi selamat,” jelas Anne Purba.

 

“Kami menyampaikan belasungkawa dan memohon maaf atas insiden ini,” tambahnya.

 

Untuk membantu keluarga korban, KAI telah membuka posko informasi di Stasiun Bekasi Timur serta menyediakan layanan contact center 121 yang dapat diakses masyarakat.

 

Kronologi Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

 

Berdasarkan informasi sementara, kecelakaan bermula ketika sebuah mobil taksi listrik berada di jalur rel dekat stasiun. KRL Commuter Line rute Cikarang–Jakarta kemudian menabrak kendaraan tersebut hingga terseret sekitar 100 meter.

 

Benturan itu menyebabkan rangkaian KRL berhenti di jalur. Dalam waktu singkat, kereta Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak sempat menghindar dan akhirnya menabrak KRL.

 

Seorang penumpang KRL, Munir, mengungkapkan situasi mencekam saat kejadian. Ia menyebut tabrakan terjadi sangat cepat tanpa sempat diantisipasi oleh penumpang.

 

Hingga kini, proses evakuasi korban, pencarian korban yang diduga masih terjebak, serta investigasi penyebab pasti kecelakaan masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *