I Ketut Eddy Dharma Putra, S.Sos : Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan Dan Kuningan, Hari Raya Galungan Mengajarkan Tanggung Jawab Menegakkan Dharma

 

LINTASCAKRAWALANEWS.COM – Hari Raya Galungan merupakan momen penting untuk refleksi diri karena melambangkan kemenangan dharma atas adharma, yang berarti kemenangan kebenaran dan kebajikan dalam diri manusia. Refleksi ini dilakukan dengan merenungkan tindakan, mengevaluasi diri serta berupaya mengendalikan hawa nafsu dan ego untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

I Ketut Eddy Dharma Putra, S.Sos kepada LintasCakrawalaNews mengatakan, hari raya Galungan merupakan pengingat spiritual tentang perjuangan batin melawan kejahatan yang muncul dari dalam diri sendiri, seperti kesombongan, nafsu dan ego. Hari raya Galungan memberikan kesempatan untuk merenungkan tindakan dan tujuan hidup, serta mengevaluasi kekuatan dan kelemahan diri, dan mendorong umat untuk senantiasa berada di jalan yang benar dengan berupaya mengendalikan sad ripu seperti kama (nafsu), krodha (kemarahan) dan moha (kebingungan).

I Ketut Eddy Dharma Putra, S.Sos menjelaskan, hari raya Galungan mengajarkan tanggung jawab untuk menegakkan dharma dalam kehidupan sehari – hari cara mengamalkannya dengan berbuat baik yaitu menerapkan nilai – nilai dharma dengan berbuat kebaikan, jujur dan adil setiap hari.

“Membantu sesama dengan menolong orang lain tanpa memandang materi dan mendengarkan kesulitan mereka dengan empati. Selalu bersyukur dan rendah hati yaitu selalu bersyukur atas apa yang dimiliki dan tetap rendah hati serta enahan ego yakni mengendalikan ego dalam tindakan sehari – hari,” jelas I Ketut Eddy Dharma Putra, S.Sos.

I Ketut Eddy Dharma Putra, S.Sos menjelaskan, tahun 1976 perusahaan Oto Bus Puspasari didirikan oleh orangtua almarhum, I Made Oka Nurdjaja bersama lima bersaudara yang direstui dan didukung oleh ibunda Ni Luh Padmi Ariani, dengan awal membuka trayek Singaraja – Surabaya dan Denpasar – Surabaya, selanjutnya pada tahun 1979 membuka trayek Yogyakarta.

Lebih lanjut I Ketut Eddy Dharma Putra, S.Sos menjelaskan, tahun 1987 mendirikan bisnis transportasi CV. Restu Mulya secara mandiri berbekal dari pengalaman manajemen perusahaan jasa transportasi Puspasari, dijadikan tolak ukur dalam perkembangan, tantangan mengelola yang sepenuhnya ditanganinya sendiri. Beruntungnya memiliki rekan – rekan pengusaha yang tidak jarang memberikan dukungan dan informasi dalam berbisnis transportasi bus malam dan pariwisata, serta titipan paket kilat.

“Sesuai dengan Peraturan Pemerintah, CV. Restu Mulya disesuaikan Badan Hukumnya menjadi PT. Restu Mulya Mandiri pada 20 April 2015, sehingga setiap tanggal tersebut dijadikan sebagai HUT PT. Restu Mulya Mandiri yang dirayakan secara bergilir dari satu cabang ke cabang yang lain,” kata I Ketut Eddy Dharma Putra, S.Sos.

I Ketut Eddy Dharma Putra, S.Sos yang saat ini menjabat sebagai Korwil Organda Bali – NTB – NTT ini mengatakan, sebagai pelayanan angkutan umum, Restu Mulya terus berkomitmen memberikan fasilitas yang terbaik, terbukti penghargaan yang telah diperoleh yakni pada tanggal 22 Desember 2008 dari Direktur Jendral Perhubungan Darat, Drs. Suroyo Ali Moeso sebagai Nominasi Perusahaan Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Dengan Pelayanan Terbaik. Tahun 2015 memperoleh Penghargaan dari Kementrian Perhubungan Republik Indonesia, Ignatius Jonan “Penilaian Keselamatan Transportasi (Transportasi Safety Award)”, selanjutnya tanggal 6 Desember 2017 memperoleh Penghargaan dari Direktur Jendral perhubungan Darat, Drs. Budi Setiyadi, S.H., M.Si “Wahana Adhigana Kategori ΑΚΑΡ Νon-Εkonomi”.

“Restu Mulya Mandiri memiliki motto konsumen, pesaing dan regulator adalah mitra perusahaan untuk menjadikan perusahaan bertumbuh dan berkembang”. Dengan semangat visi untuk menjadi perusahaan transportasi yang mampu memberikan dan menyediakan layanan prima yang didambakan konsumen. Dan misi memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan pelayanan yang aman, nyaman serta tepat waktu melalui pembangunan management yang berkelanjutan,” jelas I Ketut Eddy Dharma Putra, S.Sos.

Mantan Ketua DPD ORGANDA Bali ini mengatakan, dirinya selama 15 tahun mengabdi sebagai Ketua pada Musda Organda dimana pada Maret 2019 telah mengajukan permohonan pengunduran diri sebagai ketua dan tidak mencalonkan diri lagi, namun secara aklamasi dipilih kembali peserta Musda sehingga tidak bisa menolak melanjutkan kembali menjadi Ketua DPD Organda Bali periode 2019 – 2024.

I Ketut Eddy Dharma Putra, S.Sos mengatakan, saat itu dirinya angkat bicara perihal manejemen transportasi yang telah diterapkan pemerintah, mulai pengaturan sistem transportasi dari moda angkutan, sistem jaringan dan kebijakan. Yang menjadi contoh saat itu Trans Sarbagita, tentunya kebijakan ini sesungguhnya sangat tepat untuk mengatasi kemacetan, namun integrasi dengan sistem angkutan umum masih kurang, baik perkotaan dan pedesaan yang ada di kawasan Sarbagita, sehingga tidak dapat menjangkau semua jaringan yang ada di kawasan tersebut.

I Ketut Eddy Dharma Putra, S.Sos dari PT. Restu Mulya yang beralamat di Jalan Pulau Kawe Nomor 32, Dauh Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali mengucapkan rahajeng rahina jagat Galungan lan Kuningan semeton titiang sinamian, dumogi Ida Sanghyang Widhi Wasa ngicenin kerahayuan lan kerahajengan.
Artinya: Selamat menyambut hari raya Galungan dan Kuningan kerabat saya semuanya, semoga Ida Sanghyang Widhi Wasa memberikan kerahayuan dan keselamatan kepada kita semua. @ (RED/NU)

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *