LINTASCAKRAWALANEWS.COM, || TANGERANG – Ketua Umum Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PD GPII) Kabupaten Tangerang Anhar, S.H menilai perobohan atau pembongkaran paksa Masjid Jami Nuruttijaroh di Eks Terminal Sentiong Kecamatan Balaraja merupakan aksi pelecehan dan penghinaan terhadap umat Islam.
“Walaupun ada permohonan maaf yang disaksikan Bupati (Tangerang-red) secara langsung. Namun perbuatan tersebut harus diadili secara hukum, yang jelas ini bentuk pelecehan dan penghinaan agama. Masjid itu tempat yang harus kita jaga bersama, merobohkan atau membongkarnya sama saja melukai kami sebagai umat Islam,” katanya.
Pemerintah Desa Tobat membongkar paksa Masjid lantaran sudah merencanakan pembangunan Kantor Desa. Pemdes telah menguasai lahan Eks Terminal Sentiong sebagai peralihan hibah klaim tanah bengkok yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang. Hal tersebut berdasarkan hasil mediasi di Pengadilan Negeri Tangerang dengan Nomor: 207/Pdt.G/2022/PN.Tng.
Lanjut Anhar, pihaknya menyoroti status lahan dan mengetahui adanya kisruh gugatan klaim tanah bengkok oleh Pemdes Tobat ke Pengadilan Negeri Tangerang. Namun tidak ada informasi yang terbuka soal hasil gugatan itu tiba-tiba ada penguasaan lahan oleh Pemdes Tobat yang langsung membongkar paksa seluruh bangunan di Eks Terminal Sentiong termasuk Masjid dan Pospol.
“Ya saya mengetahui ada kisruh itu (gugatan di PN Tangerang oleh Pemdes Tobat), iya itu kan tidak terbuka tiba-tiba ada informasi peralihan hibah tanah aja. Padahal kalau saya lihat di Aplikasi Bhumi Terminal dan Pasar Sentiong itu masuk Desa Parahu bukan Desa Tobat. Soal tanahnya juga saya soroti dan meminta pihak-pihak untuk mengusut tuntas. Kami menduga adanya kongkalikong pejabat mafia,” tegasnya.
Menurut data yang diterima awak media, Masjid itu memiliki izin resmi surat Tanda Daftar Rumah Ibadah dari Kantor Kementerian Agama (Kemanag) Kabupaten Tangerang dengan Nomor Daftar:28-03-01.1-01-09-696 dengan nama Masjid “NURUTTIJAROH” ditetapkan pada 22 Maret 2019. Masjid itu berdiri sejak 07 Mei 1995 sebelumnya adalah Musala fasilitas ibadah pengunjung terminal Sentiong.
Masih kata Anhar, Pemkab Tangerang harus segera mengambil langkah cepat menindaklanjuti atas perobohan Masjid ini. Agar permasalahan tidak meluas dan menimbulkan kemarahan bagi umat. “Jika kasus ini tidak segera diusut tuntas, tidak direspon dengan cepat dan dibiarkan, saya khawatir ini bisa menjadi isu nasional. Sehingga menganggu stabilitas pembangunan Kabupaten Tangerang,” kata Anhar.
Dia juga menegaskan akan mengawal proses kasus perobohan masjid sepihak, agar kejadian seperti ini kedepannya tidak terulang kembali di Kabupaten Tangerang. Maka dari itu pihaknya meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku perobohan Masjid Nuruttijaroh.
“Kami mendesak aparat kepolisian Menindaklanjuti dengan serius dan kami akan mengawal proses ini sampai tuntas. Jika ini dibiarkan maka kami bersama umat akan melakukan Aksi sebagai bentuk pendirian akidah umat Islam terhadap rumah ibadah,” tutupnya.
Kronologi Perobohan Masjid
Diberitakan sebelumnya, Pemdes Tobat Bongkar Masjid di Eks Terminal Sentiong untuk Kantor Desa tanpa dilakukan musyawarah, aksi itu usai pembongkaran gedung eks Terminal Sentiong dan lapak Pedagang. Sabtu, (5/7/2025). sekira pukul 09.00 WIB.
Ahmad Yani selaku Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Nuruttijaroh menyayangkan sikap arogan Pemerintah Desa Tobat yang membongkar Masjid tanpa dilakukan Musyawarah. Menurutnya masjid tersebut dibangun sebagian atas swadaya masyarakat (pedagang) dan mendapatkan izin resmi dari Kementerian Agama (Kemanag) Kabupaten Tangerang.
“Tidak ada musyawarah sama sekali, harusnya sebelum dibongkar musyawarah dulu, masjid ini juga dibangun sebagian atas swadaya masyarakat dan punya izin resmi dari Kementerian Agama,” Kata Ahmad Yani kepada awak media. Sabtu, (5/7/2025).
Lanjut, Ahmad Yani, menceritakan saat pembongkaran dirinya sedang di rumah tiba-tiba ada salah satu pedagang memberitahukan melalui telepon bahwa Masjid sudah dibongkar. “Pas kejadian pembongkaran (Masjid-red), saya sedang dirumah tiba-tiba ada yang ngasih tau masjid dibongkar,” sambungnya dengan nada sedih.
Mendengar kejadian pembongkaran Masjid dirinya langsung mengecek ke lokasi dan langsung menyelamatkan barang-barang didalam masjid. “Saya cek ke lokasi, saya langsung menyelamatkan barang-barang kaya mimbar, sajadah terus lemari yang berisi Al-Qur’an,” pungkasnya. (Tim/Red)
Sumber : Sumber Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII)






