Banten, Lintascakrawalanews.com- Sejumlah pejabat senior pertahanan dan militer negara peserta Exercise Trident Resolve (XTR) 2026 meninjau kemampuan Military Medicine melalui ship visit ke KRI dr. Soeharso milik TNI Angkatan Laut dan RSS Endeavour milik Angkatan Laut Singapura di perairan Green Garden Anyer, (22/9).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian XTR 2026 yang memperlihatkan kemampuan dukungan medis dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah operasi laut.
XTR 2026 melibatkan sekitar 2.200 personel dari 19 negara peserta ADMM-Plus serta mengintegrasikan Military Medicine, Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR), dan Cyber Security.
Di KRI dr. Soeharso, para VIP meninjau sejumlah fasilitas pelayanan medis, meliputi ruang ICU, ruang perawatan dan klinik gigi.
Peninjauan tersebut memberikan gambaran mengenai kesiapan fasilitas kesehatan kapal rumah sakit TNI AL dalam mendukung penanganan korban.
Sementara di RSS Endeavour, para VIP menyaksikan kemampuan penanganan medis darurat, termasuk demonstrasi operasi darurat dan penanganan kegawatdaruratan pernapasan.
Kapal Singapura tersebut dilengkapi kemampuan bedah melalui Rapidly Deployable Maritime Container (RDMC) untuk memperluas dukungan fasilitas medis dalam penanganan korban simulasi.
Kunjungan dilakukan secara bergantian oleh dua kelompok VIP yang terdiri atas pejabat senior Indonesia dan perwakilan negara peserta XTR 2026.
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kemampuan medis maritim yang diperlihatkan Indonesia dan Singapura dalam satu rangkaian latihan multinasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Irjen Kemhan RI Letjen TNI Rui F.G.P. Duarte, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., serta Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M., selaku Komandan Latihan, bersama pejabat senior negara peserta XTR 2026.
Ship visit menjadi bagian dari ADMM-Plus Experts’ Working Group on Military Medicine dalam XTR 2026, sekaligus memperlihatkan pentingnya kesiapan dukungan medis dan kerja sama lintas negara dalam menghadapi situasi darurat dan bencana di wilayah laut.
Ministry of Defence.
Penrem 064/MY






