LINTASCAKRAWALANEWS.COM, TANGERANG — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak selalu harus dirayakan dengan perlombaan dan kemeriahan. Warga Jalan Istiqomah, Gang Kedongdong, RT 02/RW 05, Kelurahan Batu Jaya, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang, memilih memaknai kemerdekaan dengan aksi sosial melalui santunan kepada 110 anak yatim dan janda lanjut usia.
Mengusung tema “Memperkokoh Silaturahmi dan Berbagi Itu Indah”, kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan antara masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta unsur pemerintahan dan aparat keamanan. Acara dipimpin oleh penceramah Al-Ustadz KH. Zacky Mubarok.
Kegiatan tersebut turut dihadiri berbagai elemen organisasi masyarakat lintas wilayah, di antaranya BPPKB Banten, FBR, Forkabi, dan Pemuda Pancasila. Sejumlah unsur pemerintahan dan keamanan juga hadir, antara lain perwakilan kelurahan, perwakilan Kapolsek melalui Kasubnit Intel, Ipda Mukhtar/Alex, serta Babinkamtibmas Aipda Parno.
Hadir pula KH. Solahuddin Al-Ayubi, tokoh agama yang selama ini dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan, termasuk istighosah dan tahlil bersama masyarakat.
Ketua RT 02, Mulyadi, yang akrab disapa Peang, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang berbagi, tetapi juga memiliki nilai penting dalam memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar berbagi, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antara ormas, aparat penegak hukum, dan masyarakat agar dapat saling bersinergi,” ujar Mulyadi.
Hal senada disampaikan Iwan, Sekretaris BPPKB Banten DPAC Batu Ceper Kota Tangerang. Menurutnya, semangat kemerdekaan semestinya tidak berhenti pada perayaan seremonial maupun perlombaan, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Kemerdekaan ini bukan hanya untuk dimeriahkan dengan perlombaan. Kita juga harus mengingat bahwa masih banyak keluarga dan saudara kita yang membutuhkan kepedulian serta uluran tangan dari kita semua,” ucap Iwan.
Santunan kepada 110 anak yatim dan janda tua tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam bentuk yang lebih substantif: kepedulian, persaudaraan, dan gotong royong.
Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis, sinergi antara warga, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi modal penting untuk menjaga keharmonisan lingkungan.
Warga berharap kegiatan sosial semacam ini tidak berhenti sebagai agenda dalam momentum HUT Kemerdekaan saja, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan rutin yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebab, kemerdekaan bukan sekadar tentang merayakan kemenangan masa lalu. Kemerdekaan juga tentang bagaimana masyarakat hari ini mampu menghadirkan kepedulian, kebersamaan, dan kebermanfaatan bagi sesama.
( Redd )






