LINTASCAKRAWALANEWS.COM – Suara sorakan warga pecah dari pinggir arena saat sampan – sampan tradisional mulai berpacu di atas air. Adu cepat tersebut menjadi tontonan menarik bagi masyarakat dalam rangkaian peringatan HUT Kota Negara ke-131 dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mengambil start di kawasan sungai Desa Perancak pada Kamis 13 Agustus 2026, lomba sampan tradisional dibuka langsung Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati, I Gede Ngurah Patriana Krisna serta perwakilan Forkopimda Jembrana, dan Kepala OPD.
Sejak perlombaan dimulai, suasana di sekitar lokasi langsung berubah meriah. Warga yang datang bersama keluarga tampak antusias menyaksikan para peserta mengayuh sampan sekuat tenaga untuk menjadi yang pertama mencapai garis finish.
Setiap kali posisi sampan mulai berdekatan, sorakan penonton pun semakin keras. Ada yang meneriakkan dukungan kepada peserta jagoannya, ada pula yang sekadar menikmati keseruan perlombaan dari pinggir arena.
Di tengah antusiasme tersebut, Bupati Kembang Hartawan bersama Wabup Patriana Krisna (Ipat) turut langsung menaiki sampan melihat dari dekat perjuangan para peserta untuk mencapai garis finish yang berada di Jembatan Air Kuning.
Kehadiran pimpinan di Jembrana itu sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat yang mengangkat tradisi lokal sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT Kota Negara dan HUT Kemerdekaan RI.
Bagi masyarakat, lomba sampan tradisional bukan hanya tentang siapa yang paling cepat. Kegiatan ini menjadi ruang untuk berkumpul, bersilaturahmi dan menikmati hiburan bersama.
Bahkan, sejumlah warga rela datang lebih awal untuk mendapatkan tempat terbaik di pinggir arena. Anak – anak terlihat ikut bersemangat menyaksikan sampan yang melaju kencang, sementara orang dewasa tak kalah antusias memberikan dukungan.
Bupati Kembang mengapresiasi kemeriahan dan antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian perayaan tersebut.
“Yang paling penting masyarakat bisa bergembira bersama. Kita ingin perayaan HUT Kota Negara dan HUT Kemerdekaan ini benar – benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujar Bupati Kembang.
Menurutnya, lomba sampan tradisional juga memiliki nilai lebih karena menjadi salah satu cara menjaga tradisi lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda.
“Ini bukan hanya perlombaan. Ada tradisi dan kebersamaan yang harus kita jaga. Anak – anak muda juga perlu mengenal dan ikut melestarikan kegiatan seperti ini,” katanya.
Bupati berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan kemasan yang semakin menarik, sehingga mampu menjadi hiburan masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
“Menang kalah itu biasa. Yang penting sportivitas, kebersamaan dan masyarakat menikmati kegiatan ini,” pesan Bupati.
Perlombaan berlangsung sengit hingga akhir. Kayuhan demi kayuhan terus dikebut para peserta, sementara sorakan warga menjadi penyemangat yang mengiringi setiap sampan menuju garis finish.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra menjelaskan jumlah peserta sebanyak 29 pasang, dimana masing – masing peserta terdiri dari dua orang. “Untuk hadiah Juara I mendapatkan Rp.2,5 juta, Juara II mendapatkan Rp.2 Juta dan Juara III mendapatkan Rp.1,8 juta,” jelasnya. @ (RED/NU)






