Sinergi TNI-Polri dan Pemerintah Kota Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah Pusat di Jakarta Barat Berjalan Kondusif

LINTASCAKRAWALANEWS.COM, || JAKARTA BARAT – Dalam rangka menjaga ketahanan pangan dan meringankan beban ekonomi masyarakat, kegiatan pendistribusian Bantuan Langsung Pangan dari Pemerintah Pusat sukses digelar pada Selasa (09/06/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini dipusatkan di Gedung Sasana Krida Karang Taruna (SKKT), Jalan Tunjung 3 RT 004/RW 03, Kelurahan Jatipulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

Bacaan Lainnya

Program bantuan yang disalurkan oleh Perum Bulog DKI Jakarta ini menyasar warga penerima manfaat di wilayah Kelurahan Jatipulo untuk periode bulan Februari – Maret 2026. Tercatat sebanyak 2.633 warga hadir sebagai penerima manfaat dalam penyaluran berkala ini.

Adapun total logistik yang didistribusikan secara keseluruhan dalam giat hari ini mencapai 2.566 Kilogram Beras dan 2.566 Liter Minyak Goreng, di mana setiap warga secara terjadwal menerima paket bantuan berupa karung beras 20 kg dan 4 botol minyak goreng. Penanggung jawab kegiatan dari pihak Bulog, Bp. Wiradika, memastikan bahwa seluruh pasokan logistik pangan yang disalurkan memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan data manifes penerima.

Demi menjamin kelancaran, ketertiban, dan ketepatan sasaran di lokasi, aparat gabungan dari unsur Pengamanan (Pam) wilayah dikerahkan sejak pagi hari. Personel yang bersiaga di antaranya Babinsa Kelurahan Jatipulo Serda Rinto S, Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatipulo: Aiptu Bambang, Satpol PP Kelurahan Jatipulo:** Bp. Syapudin

Kehadiran tiga pilar ini terbukti efektif dalam mengatur antrean warga, memberikan rasa aman, serta memastikan seluruh proses administrasi verifikasi data berjalan tanpa hambatan.

Hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, situasi di Gedung SKKT terpantau aman, tertib, lancar, dan sangat kondusif. Warga penerima manfaat menyampaikan apresiasinya atas keteraturan proses distribusi yang dinilai cepat dan transparan berkat pengawalan ketat dari aparat kewilayahan.

(M. Solichin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *