LINTASCAKRAWALANEWS.COM, Kabupaten Tangerang – Jum’at (29/5/ 2026) Pemerintah desa sangiang menyalurkan (BLT) 1868 kepada warga penerima manfaat (KPM) berbentuk beras dan minyak goreng bantuan ini di berikan untuk menopang kebutuhan warga yang terdampak masalah ekonomi.
Bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng dari pemerintah merupakan program cadangan pangan Pemerintah (CPP) yang di salurkan melalui Perum Bulog dan Dinas Sosial untuk membantu meringankan beban ekonomi warga,
Dinas Sosial penerima bantuan secara berkala dengan resmi Penyaluran bantuan beras dan minyak ini di lakukan diberbagai wilayah guna menjaga ketahanan pangan masyarakat Beberapa wilayah di sekitar telah menerima bantuan tersebut seperti di Desa Sangiang Kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang Banten,
Penyaluran bantuan beras dan minyak ini di lakukan di kantor desa sangiang guna menjaga ketahanan pangan masyarakat Penerima bansos Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial(DTKS) dan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) Umumnya sasaran program ini mencakup (KPM) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Detail
Penyaluran Bansos Bentuk Bantuan Umumnya berupa beras 10 kg hingga 20 kg per (KPM) Dalam penyaluran tertentu bantuan bisa di gabung dengan minyak goreng empat kilo Dasar Data Pemerintah memperketat validasi data untuk memastikan bantuan tepat sasaran kepada keluarga prasejahtera umumnya.
Khomarulah., SH., Kepala desa Sangiang mengatakan kepada awak media;
“Hari ini menyalurkan bantuan dari kementrian sosial berupa beras dan minyak kepada/1868 KPM (kelompok penerima manfaat).”ujarnya.
“Lanjut kepala desa Sangiang dalam pembagian ini memang ada yang dapat dam tidak berdasarkan desil. dimana yang mendapatkan adalah dalam katagori desil satu sampai empat. dan untuk desil lima dan seterusnya tidak mendapatkan. walau demikian masih banyak permasalahan terkait desil, ada warga yang katagori desil yang diatas lima karna belum ada perubahan perbaikan data.
“Lebih jauh khomarlulah mengatakan kami akan terus mengevaluasi data yang tidak update. ”tutupnya,
( Asmawi )






