LINTASCAKRAWALANEWS.COM – Penyakit non medis adalah istilah umum digunakan dalam menggambarkan gangguan kesehatan yang tidak dapat dijelaskan secara medis, dan tidak ditemukan kelainan fisik atau organik melalui diagnosis standar.
Penyakit ini sering dikaitkan dengan faktor spiritual, gangguan psikologis yang mendalam. Menurut pandangan tradisional atau sosial yakni faktor mistis seperti kemasukan roh, guna – guna, sihir atau penyakit lain.
Jero Balian Mangku Sumawijaya kepada LintasCakrawalaNews di kediamannya Banjar Sigaran, Desa Mekarbhuana, Kecamatan Abiansemal, Badung Bali mengatakan, penyakit non medis bila dilihat dari faktor psikis yaitu stres ekstrem, depresi atau kecemasan tinggi yang memanifestasikan gejala fisik dan dari pikiran negatif yang tidak terkontrol atau gangguan pada keseimbangan energi tubuh.
“Ciri – ciri penyakit non medis bila diagnosis oleh dokter semua dalam keadaan normal seperti hasil tes darah, rontgen dan ct scan menunjukkan bahwa tubuh dalam keadaan sehat. Dengan pengobatan medis sakit tidak kunjung sembuh meskipun sudah mengonsumsi obat atau melakukan perawatan medis,” kata Jero Balian Mangku Sumawijaya.
Jero Balian Mangku Sumawijaya menjelaskan, penyakit non medis dengan gejala tidak wajar yakni sering mimpi buruk, badan lemas tanpa alasan atau ketakutan berlebihan. Masalah yang timbul berdampak pada relasi sosial, pekerjaan atau ekonomi turun secara sistematis.
“Mengatasi penyakit non medis melalui pengobatan tradisional dengan doa atau mantra dan mendekatkan diri kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa,” kata Jero Balian Mangku Sumawijaya yang sering membantu pasien kena penyakit non medis.
Jero Balian Mangku Sumawijaya menjelaskan, penyakit ayan atau epilepsi sering dikaitkan dengan konsep spiritual seperti karma masa lalu atau ketidakseimbangan energi tubuh, gangguan energi negatif, dirinya dalam menangani pasien ayan ini sering menggabungkan pendekatan medis dan spiritual seperti ritual adat untuk menetralisir energi negatif, disamping penggunaan pengobatan tradisional.
“Kepercayaan kita bahwa penyakit ayan terjadi akibat kerasukan roh halus atau pengaruh angin buruk, sehingga sering disembuhkan dengan ritual atau penyembuhan tradisional,” jelas Jero Balian Mangku Sumawijaya.
Lanjut Jero Balian Mangku Sumawijaya, bahwa percaya tidak dengan penyakit non medis, hal itu sering terjadi karena di dunia ini rwa bhineda yakni ada dan tiada, terdapat pandangan spiritual, penyakit ayan atau epilepsi secara medis adalah gangguan saraf yang dapat dikelola dengan pengobatan medis modern tetapi bila beberapa kali diobati secara medis tidak sembuh makan jalan satu – satunya menggunakan pengobatan non medis, dirinya sering menangani pasien seperti itu akhirnya bisa disembuhkan.
Jero Balian Mangku Sumawijaya menyatakan, mengenai kegagalan atau kesulitan mendapatkan jodoh umumnya tidak dilihat dari satu faktor saja, beberapa penyebab sulit jodoh menurut perspektif spiritual dan kepercayaan tradisional Bali seringkali dianggap sebagai hutang karma dari kehidupan masa lalu yang belum terselesaikan, hal ini tentunya membuat jodoh menjadi terhambat atau sulit didekati.
Lanjut Jero Balian Mangku Sumawijaya menjelaskan, bisa juga adanya gangguan niskala seperti yang belum dipenuhi oleh diri sendiri atau leluhur, atau adanya energi negatif yang menutupi aura diri, bisa juga ada energi negatif yang menempel dalam tubuh supaya tidak mendapatkan jodoh.
“Biasanya langkah yang kami berikan kepada pasien yakni matur piuning memohon petunjuk di pura atau tempat suci, serta pasien menjalani prosesi melukat untuk membersihkan aura negatif untuk menyeimbangkan antara usaha spiritual dan usaha nyata untuk mendapatkan jodoh,” kata Jero Balian Mangku Sumawijaya.
Jero Balian Mangku Sumawijaya mengatakan, pedagang sering kehilangan uang di laci meja tempat berjualan secara misterius, hal tersebut sering dikaitkan dengan gangguan makhluk halus seperti tuyul, brerong atau energi negatif, tindakan pencegahan dengan doa, melakukan pembersihan di tempat usaha, atau penggunaan sarana spiritual khusus yang dilakukan oleh jero balian
“Tempat usaha dagang yang kurang terjaga secara spiritual, harus melakukan pembersihan seperti pemlaspas atau mecaru dan menaruh sarana penolak bala atau pengijeng,” kata Jero Balian Mangku Sumawijaya.
Jero Balian Mangku Sumawijaya mengatakan, bila ada masyarakat yang mengalami seperti yang saya jelaskan tersebut silahkan datang, terlebih dahulu matur piuning berdoa di Hyang Guru (rong tiga) dan Hyang Ibu (rong dua) sanggah pemerajan, seijin Ida Sanghyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa dirinya bisa menolong. @ (RED/NU)






