LINTASCAKRAWALANEWS.COM – Karya Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur i Saka 1947 (tahun 2025) selesai. Upacara panyineban dilaksanakan pada 24 April 2025, tepat pada Umanis Galungan.
Upacara panyineban diawali dengan bakti pepranian sekitar pukul 13.00 Wita, selanjutnya dilaksanakan upacara nuek bagia-pulakerti dan ngeluhur.
Bakti pepranian merupakan rangkaian Karya Ngusaba Kadasa yang memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur kehadapan Ida Bhatara Bhatari Sakti Batur atas segala anugerahNya selama setahun, khususnya dalam merayakan Ngusaba Kadasa.
Pangemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Kanginan (Duhuran) Batur dalam sambutannya menyampaikan terimakasih yang setinggi – tingginya kepada seluruh pihak yang telah turut ikut serta bersinergi melalui ayah – ayah maupun sumbangsih lainnya untuk menyukseskan pelaksanaan upacara Karya Ngusaba Kadasa ini.
“Semoga atas segala ayah-ayah dan sumbangsih semua pihak, Ida Bhatara Bhatari selalu memberikan anugerah, kerahayuan, kerahajengan, serta tuntunan kepada seluruh umat,” harap Jero Gede Kanginan (Duhuran) Batur.
Lebih lanjut, Jero Gede Kanginan (Duhuran) Batur menyampaikan, bahwa ada dua ritual penting dalam bakti pepranian ini. Yaitu Baris perang – perangan dan matiti suara. Baris perang – perangan filosofinya adalah bentuk pesan untuk umat, agar senantiasa semangat (berperang) dalam menjalani kehidupan.
“Berperang dalam artian memerangi nasib buruk atau mengubah nasib untuk menjadi lebih baik dengan giat bekerja, memerangi hama penyakit, dan bertahan pada segala kondisi yang mungkin terjadi. Karenanya disimbolkan dengan baris jojoran dan baris gede. Baris jojoran itu representasi dari angkatan muda, sedangkan baris gede sebagai representasi angkatan utama/angkatan tua,” jelasnya.
Ritual matiti suara juga kurang lebih memiliki filosofi/makna yang sama serta sarat dengan pesan. Jero Gede Batur mengatakan, makna ritual ini mirip dengan baris perang – perangan. Ida Bhatara Bhatari mengingatkan kepada umatnya agar selalu semangat untuk bekerja, mencari penghidupan dan semangat dalam segala hal.
Dalam bakti pepranian, juga disampaikan terkait laporan keuangan (pemasukan dan pengeluaran) selama pelaksanaan Ngusaba Kadasa ini. Pemasukan bersumber dari punia maupun sesari dari krama Desa Adat Batur (urunan krama pangayah dan aturan canang sari), krama Batun Sendi dan Pasihan, punia pamedek, bantuan Karya Ngusaba Kadasa dari Pemerintah Provinsi Bali serta kabupaten/kota seluruh Bali, dan punia – punia lainnya dari para bakta yang totalnya per tanggal 23 April 2025 sebesar Rp.4.322.181.000,-. Selain itu juga ada sejumlah punia berupa barang seperti pengadaan kotak punia dari CSR BNI, videotron dan publikasi oleh Jagir Adv, publikasi oleh media massa, penjor dan uparengga serta keahlian seperti perbaikan mamas-pangawin, dsb.
Sementara, pengeluaran Ngusaba Kadasa per tanggal yang sama adalah sebesar Rp.2.540.355.500,-. Sehingga, terhitung per tanggal 23 April 2025 (sehari sebelum pelaksanaan bakti pepranian) terdapat saldo pelaksanaan Karya Ngusaba Kadasa sebesar Rp. 1.781.825.500,-.
Setelah bakti pepranian, rangkaian Panyineban Karya Ngusaba Kadasa akan dilanjutkan dengan nuek bagia pula kerti, mralina sampaian, mendem bagia pula kerti serta bakti patingkeb dan ngaluhur Ida Bhatara Bhatari.
“Walaupun dalam situasi dan cuaca hujan, rangkaian panyineban kami laksanakan sebagaimana mestinya sesuai dengan eedan karya. Dan bagi umat yang akan pedek tangkil setelah panyineban ini, kami masih melayani sampai pelaksanaan Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih berakhir,” pungkasnya.
Seperti jadwal yang telah ditetapkan, pada 26 April 2025 Desa Adat Batur akan melaksanakan ritual lunga ke Pura Dalem Balingkang, sedangkan pada 27 April 2025 dilaksanakan bakti patetangi. @ (RED/NU)






