LINTASCAKRAWALANEWS.COM, TANGERANG – Pengadaan mobil siaga yang bersumber dari anggaran Dana Desa di Desa Kandawati, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan tajam. Hingga saat ini, keberadaan mobil tersebut belum terlihat, meski anggaran disebut telah dialokasikan untuk kepentingan masyarakat.
Sejumlah pihak mempertanyakan realisasi program tersebut, termasuk transparansi pemerintah desa dalam pengelolaannya. Informasi yang dihimpun menyebutkan, mobil siaga yang seharusnya digunakan untuk menunjang kebutuhan darurat warga, hingga kini belum terdeteksi keberadaannya, baik dari pihak desa maupun pihak ketiga.
Kondisi ini memicu reaksi dari berbagai elemen masyarakat. Bahkan, kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang sempat didatangi LSM BIAK yang mempertanyakan sejauh mana pengawasan dari Inspektorat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), serta pihak Kecamatan Gunung Kaler.
Kepala DPMPD Kabupaten Tangerang saat dikonfirmasi ifakta.co menyampaikan bahwa pihaknya telah memanggil camat, kepala desa, serta pihak ketiga terkait persoalan tersebut. Namun hingga kini, proses penyelesaian maupun kejelasan perjanjian belum menunjukkan titik terang.
Sementara itu, Kepala Desa Kandawati, Sumarni, saat dimintai keterangan oleh wartawan, belum memberikan penjelasan. Sikap diam tersebut dinilai publik sebagai bentuk kurang responsif terhadap persoalan yang tengah menjadi perhatian masyarakat.
Di sisi lain, sejumlah LSM mengaku akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar dalam waktu dekat. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan atau praktik KKN dalam pengadaan mobil siaga desa yang hingga kini belum terealisasi.
( abell & Heri )






