Lebak, Lintascakrawalanews.com- Di balik hijaunya perbukitan Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga, berdiri dua rumah renta yang selama bertahun-tahun menjadi saksi bisu perjuangan hidup penghuninya. Dinding yang nyaris roboh, atap bocor yang tak lagi mampu menahan hujan, serta rasa cemas yang selalu hadir setiap malam menjadi keseharian yang dijalani Ibu Surniah dan Ibu Santinah.
Di tengah keterbatasan dan sepinya sentuhan pembangunan, secercah harapan akhirnya datang.
Karang Taruna Kabupaten Lebak bersama Karang Taruna Provinsi Banten dan Dinas Sosial Kabupaten Lebak turun langsung meninjau program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi dua warga kurang mampu tersebut. Bukan sekadar meninjau bangunan, tetapi menyaksikan langsung realitas hidup masyarakat yang bertahan dalam kondisi jauh dari kata layak.
Kerusakan rumah yang dialami keduanya tergolong serius. Dinding rapuh, atap lapuk, dan struktur bangunan yang mengancam keselamatan menjadikan setiap hujan turun sebagai ancaman, bukan lagi berkah.
Ketua Karang Taruna Provinsi Banten, Yudi Budi Wibowo, menegaskan bahwa program rehabilitasi RTLH ini adalah wujud nyata keberpihakan pemuda terhadap masyarakat yang hidup dalam keterbatasan.
“Hunian layak bukan kemewahan, tetapi hak dasar setiap warga. Karang Taruna hadir bukan untuk sekadar melihat, melainkan untuk bergerak dan bertindak, meski dengan segala keterbatasan yang kami miliki,” tegasnya.
Menurut Yudi, program ini dibangun di atas semangat gotong royong, kepedulian, dan pengabdian sosial, nilai-nilai yang menjadi roh perjuangan pemuda dalam membantu sesama.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Lebak, H. Kuncoro, menyampaikan bahwa keberadaan Karang Taruna harus menjadi jawaban atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat di akar rumput.
“Kami tidak boleh menutup mata. Ketika masih ada warga yang tinggal di rumah tidak layak, maka itu adalah panggilan moral bagi Karang Taruna untuk hadir. Kami berharap rehabilitasi ini benar-benar mengubah kualitas hidup penerima manfaat,” ujarnya.
Ia menambahkan, rumah hasil rehabilitasi nantinya akan diresmikan oleh Ketua Karang Taruna Provinsi Banten sebagai simbol kolaborasi, kepedulian, dan kerja nyata pemuda dalam pembangunan sosial di daerah.
Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Lela Gifty, yang menilai langkah Karang Taruna sebagai bentuk kepedulian sosial yang patut didukung dan diperkuat.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan stimulan ini tepat sasaran. RTLH secara teknis berada di ranah Dinas Perkim, namun Dinas Sosial hadir untuk memastikan aspek stimulan dan kebermanfaatannya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar setiap bantuan tidak hanya menjadi program, tetapi benar-benar menjelma menjadi perubahan nyata bagi warga.
Sementara itu, Kepala Desa Margajaya, Nurjaman, menyambut haru dan penuh harapan atas hadirnya program rehabilitasi RTLH di desanya.
“Kami sangat bersyukur dan mendukung penuh program ini. Masih banyak rumah warga di Margajaya yang kondisinya memprihatinkan. Semoga bantuan ini membawa manfaat besar dan menjadi awal dari kehidupan yang lebih layak,” ungkapnya.
Ia juga berharap warga penerima bantuan dapat merawat rumah hasil rehabilitasi tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang dan memberi manfaat bagi keluarga.
Program rehabilitasi RTLH ini bukan sekadar membangun dinding dan atap baru, tetapi membangun kembali harapan, martabat, dan rasa aman bagi warga yang selama ini hidup dalam bayang-bayang ketidakpastian. Dari rumah rapuh, kini perlahan tumbuh asa menuju hunian layak dan kehidupan yang lebih bermartabat.”Pungkasnya.






