Dede Farhan Aulawi Apresiasi Penyelenggaraan WWF ke-10 di Bali Berlangsung Aman dan Lancar

LINTASCAKRAWALANEWS.COM“ Alhamdulillah seluruh rangkaian pelaksanaan WWF ke-10 di Bali telah berlangsung dengan aman, lancar dan kondusif. Hal ini membuktikan beberapa hal, diantaranya kondisi keamanan Indonesia yang semakin baik, seluruh panitia penyelenggara melaksanakan perencanaan acara yang sangat matang, seluruh aparat keamanan telah bekerja secara profesional, masyarakat Indonesia semakin cerdas, dan posisi strategis Indonesia di panggung – panggung internasional semakin diperhitungkan. Oleh karenanya, saya menyampaikan terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat yang berada di Bali pada khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Event penting seperti ini perlu kita dukung bersama agar memberikan kebermanfaatan yang maksimal, serta menyampaikan pesan Indonesia yang ramah dan bermartabat “, pungkas Dede Farhan Aulawi di Bandung, Kamis (23/5).

Keberhasilan pengamanan dalam berbagai event internasional yang diselenggarakan di Indonesia, dan Bali pada khususnya tentu merupakan kerjasama yang baik dari semua pihak yang terkait. Termasuk TNI, Polri, BIN, Paspampres, Pemda dan seluruh masyarakat Indonesia. Di mata masyarakat umum mungkin tampak sederhana dan biasa saja, tetapi bagi orang yang tahu mulai dari persiapan sampai akhir pasti akan merasakan super sibuk karena menyangkut nama baik bangsa dan negara. Semua tahapan-tahapan pengamanan pasti sudah dilakukan oleh semua aparat, termasuk berbagai skenario terburuk jika terjadi suatu kejadian yang tidak diharapkan. Risk Management selalu diperhitungkan dengan matang dalam operasi pengamanan, termasuk langkah – langkah antisipatifnya.

“ Memang ada sedikit miskomunikasi pada saat ada kegiatan The People’s Water Forum (PWF). Memang kalau dilihat dari semangatnya sebenarnya baik, yaitu mengkritisi terkait privatisasi air dan mendorong pengelolaan air untuk kesejahteraan rakyat. Ketika kegiatan berlangsung, ada kelompok ormas yang memaksa panitia untuk membubarkan acara tersebut karena dinilai melanggar himbauan lisan Pj Gubernur Bali terkait World Water Forum di Bali. Sementara itu dalam perspektif panitia penyelenggara, himbauan tersebut tidak memiliki kekuatan hukum memaksa, bahkan dinilai melanggar ketentuan konstitusi yang menjamin adanya kebebasan berkumpul, berekspresi, dan menyampaikan pendapat. Dan pada akhirnya semua bisa diselesaikan dengan baik, apalagi perbedaan pendapat sesama anak bangsa adalah hal yang lumrah. Hanya saja untuk ke depan, memang sebaiknya penyelenggaraan kegiatan seperti itu tidak dilaksanakan bersamaan dengan event internasional “, harap Dede.

Menurutnya, penyelenggaraan WWF dilakukan setiap tiga tahun sekali dan telah berlangsung secara rutin sejak 1997. Isi kegiatannya bukan sekedar konferensi tetapi meliputi tiga tahun fase persiapan (preparatory phase), satu minggu acara (event phase), dan penyampaian hasil kegiatan (synthesis phase) dengan dukungan berbagai pihak untuk mewujudkan aksi bersama (collective action). Misi WWF adalah menyediakan platform bagi semua pemangku kepentingan di bidang air untuk berdiskusi, berbagi ilmu dan pengalaman, serta menciptakan ide-ide konkret dalam pengelolaan dan pengembangan sumber daya air yang lebih baik. Termasuk mendorong pemikiran yang inovatif dalam mengatasi isu dan permasalahan terkini dalam pengelolaan sumber daya air, meningkatkan komitmen juga aksi para pembuat kebijakan dalam pengelolaan serta pengembangan sumber daya air yang berkelanjutan.

Apalagi jika dilihat dari tema WWF ke-10 ini yang mengangkat tema “Water for Shared Prosperity” tentu sangat relevan dengan kondisi global saat ini. Di mana ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan bagi banyak negara. Didalam forum ini juga mengangkat enam subtema, yaitu Water Security and Prosperity, Water for Humans and Nature, Disaster Risk Reduction and Management, Cooperation and Hydro-diplomacy, Sustainable Water Finance serta Knowledge and Innovation.

“ Alhamdulillah, rapat para Menteri negara peserta World Water Forum ke-10 di Bali International Convention Centre, untuk pertama kalinya sejak forum WWF digelar di Maroko pada 1997 menghasilkan deklarasi tingkat menteri, semoga memberikan kebermanfaatan bagi semua umat manusia terkait meningkatnya kebutuhan air bersih yang sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Dari event seperti ini juga, pemda – pemda yang lain bisa belajar banyak hal dari Bali bagaimana menyiapkan semuanya dengan baik. Bukan sekedar infrastruktur fisik saja, tetapi juga infrastruktur sosial dimana masyarakatnya sangat menjaga dan melestarikan kearifan budaya lokal “, pungkas Dede.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *